Event: National Basketball League 2012

NBL 2012 main di Yogyakarta.. Ahey! :)

Dari tanggal 21-29 April 2012

Acaranya benar-benar keren dan sangat menarik.

Kita diberikan kesempatan menarik selama acara NBL di Yogya, apakah itu… Yup, kita dikasi free pass masuk ke dalam GOR. hihihi..

Di hari pertama, karena follow akun fans NBL, kita diminta untuk ketemuan di fitness center dengan menggunakan baju batik dan diberikan free pass nya. Selama menunggu datangnya orang-orang, saya melihat ada dari pemain CLS Knight sehabis latihan di dalam GOR. ahehehe..

Setelah menunggu sekitar setengah jam, kru dari akun fansNBL datang dan memberikan free pass kepada orang-orang yang sudah menunggu.

Pada saat sedang mengantri untuk masuk kedalam GOR, saya memfoto piala yang dipajang didepan GOR. Keren sekali! Karena saking banyaknya yang mengantri saya dan teman-teman harus mengantri hingga 15 menit, dan ketika sudah masuk kedalam GOR, sudah ramai sekali yang duduk. -____-”

Untung saja dikarenakan memakai batik dan banyak juga yang memakai batik, kami semua di ajak duduk di tempat khusus yang berbaju sama. Syukurlah! :) )

GOR UNY diubah se-apik mungkin. Macam GOR luar negeri deh pokoknya. :D

Semua pertandingan selama seminggu itu benar-benar seru sekali. Banyak performance yang apik oleh pemain-pemain NBL. Oiya, tak hanya NBL saja tapi WNBL (Women National Basketball League) juga ikut berpartisipasi.

Yang paling menyenangkan ya selama saya menonton, gratis karena mendapat free pass. :P haseeekk..!

Semoga tahun depan NBL main lagi di Yogyakarta. AMIN!

HAVE FUN!

Main-Main | Tanda Tangan

Hari jumat kemarin tanggal 18 Mei saya jalan-jalan ke Togamas Affandi, Yogya. Tepat jam 18.00 ada acara booksigning novel supernova-partikel yang dibuat oleh Dee (Dewi Lestari). Ehehe.. Awalnya karena liat di twitter kalo ada acaranya dan pas banget saya sudah membeli bukunya. :)

Kalo di pikir-pikir, togamas affandi itu tempatnya cukup sempit kalo ada acara, jadi saya berasumsi untuk datang lebih awal. erm.. malah datang kepagian, jam 4 sore. heheh.. Selain itu alasannya juga karena teman saya menitip untuk membeli novel partikel serta minta tolong di tanda tangani. Soo.. saya datang jam segitu dan setelah saya selesai membeli novelnya saya naik ke atas, ke djendelo cafe, menghabiskan waktu dengan menyeruput teh dan pisang goreng selama satu setengah jam. hahahah..

Jam 17.45 saya turun dari djendelo dan bersiap untuk mengantri.. untungnya antrinya itu dibagi 3 shift, kanan tengah kiri. Merasa sepertinya acara mau dimulai, saya cepat-cepat mengantri dibagian tengah, diurutan ke empat. :) Tempatnya cukup strategis untuk liat mba Dee secara langsung. haseeek.. Sayangnya cuman bisa foto pake kamera handphone (-___-”). Gakpapa dah, yang penting tetep kece. ahahha..

Situasi Antrinya booksigning.. wiiih.

Tetep bagus deh gambarnya. Ahehehe.. :p

Have Fun!

Event: Wiswakharman Expo 2012

Kali ini acara yang saya kunjungi adalah expo teman-teman dari Fakultas Teknik jurusan Arsitektur UGM yang diberinama Wiswakharman Expo 2012 (WEX). Lokasi exponya ada di Museum Benteng Vredeburg, Malioboro. Acaranya dimulai dari tanggal 20-22 April 2012, isinya bermacam-macam. Seperti di tanggal 20 April terdapat acara grand opening acara WEX dan grand presentation mengenai tema besar expo yaitu arsitektur jogja di masa depan, di tanggal 21 April ada seminar fotografi, seminar Building Council Indonesia, dan ada bazaar serta acara hiburan, untuk tanggal 22 April diadakan seminar juga dan tetap ada bazaar serta acara puncak yang di meriahkan oleh Aji Idol dan Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO).

Tanggal 22 April merupakan hari yang cukup padat di Yogyakarta, karena hari itu tepat di daerah Km. 0 Malioboro sedang ada berbagai macam acara. Saya memutuskan untuk melihat WEX terlebih dahulu, sambil menunggu teman saya yang belum datang, saya duduk didepan penjualan karcis museum, pertamanya saya mengira acara ini gratis masuk, ternyata tidak. Hahaha.. Jadi membayar dua ribu rupiah dan untungnya tidak meminta tambahan biaya untuk kamera. Setelah teman saya datang, barulah kami masuk ke dalam museum. Pada saat masuk, disuguhi tulisan WEX dari tumpukan-tumpukan botol air mineral berukuran sedang dan kotak-kotak bertulisan apa saja yang disuguhkan WEX yang dapat dibolak-balik kan. Kreatif!

Kami berjalan kearah bazaar, memutuskan untuk melihat pernak-pernak yang disuguhkan sebelum melihat pamerannya. Stand bazaarnya berbentuk kotak, jadi gampang untuk disimak barang dagangannya. Di bazaar ini ada garage sale, lieve ryeza scrapboxes, planetfana, LittleTinyPaper, Kasalicious, dan masih banyak lagi stand-stand yang menjual barang-barang kreasi anak muda. Selain bazaar juga menyediakan tempat makan dan minuman dingin dan menyegarkan. Pada saat selesai berkeliling bazaar kami duduk-duduk dahulu untuk ngadem sambil melihat Aji Idol sedang check sound di panggung WEX.

Setelah dirasa sudah cukup adem, kami beranjak menuju ruang pameran dan seminar di atas museum. Kami dengan percaya diri menaiki tangga yang ada di sebelah timur, melihat ada gambar pohon besar beserta tulisan-tulisan mengenai komentar pameran dan seminar yang telah diselenggarakan, kami menuliskannya terlebih dahulu sebelum masuk, pada saat selesai kami akan mau masuk ternyata pintu masuknya ada di sebelah barat. (-____-“) yup, kami masuk dari pintu keluar.

Karena kami masih percaya diri maka kami tetap masuk dari pintu keluar tersebut menuju tempat pameran. Didalam pameran, saya melihat contoh arsitektur bangunan di Jogja sekitar tahun 2050 atau tahun yang masa depan banget. Bangunan yang dijadikan contoh seperti lembah UGM, pemukiman Kali Code, Taman Pintar, Beringharjo, dan masih banyak lagi. Saya menilai contoh bangunan masa depannya cukup bagus dan modern sekali namun terlihat kurang menonjolkan budaya yogya, tapi tidak apa-apa bisa diatur lagi esok hari (halah!).

Setelah melihat acara pamerannya, kami keluar dan ternyata ada free tanaman dari dinas kehutanan.. Aseekk..! Pas ditanya nama tanamannya apa, panitia yang jaga gak tau namanya (-___-”), erm ada yang tau? Katanya nama tanaman ini Jabon Merah asli dari Kalimantan.. wew.

Cuaca di Yogya waktu itu cukup panas dan kami memutuskan untuk berkeliling didalam gedung-gedung museum, mencari AC. :p Dan juga teman saya belum pernah masuk kedalam, maka sekalian saja. Gedung 1 dan gedung 2 sempat di renovasi, ketika saya melihat kedalam, ternyata yang direnovasi cukup banyak. Didalamnya ditambahi tivi touchscreen yang isinya mengenai sejarah yang ada di diorama. Selain itu beberapa lukisan dan barang peninggalan juga ditambah serta diberi kaca agar tidak ada tangan-tangan jahil. Bagus lah kalo museum ini di renovasi dan menjadi lebih bagus karena akan mengajak banyak pengunjung terutama anak-anak untuk mencintai sejarah di Yogyakarta. :)

Setelah berkeliling gedung diorama, kami keluar dan melihat Aji Idol dan GMCO bersama-sama melakukan check sound. Lagu yang diiringi menjadi sangat bagus dan indah. Untung saja saya melihat latihan check sound nya karena saya tidak bisa hadir di acara closing nya. Hahaha.. Karena dirasa cukup melihat Exponya, kami memutuskan untuk pulang dan juga sudah kelelahan karena cuaca yang begitu panas.

Afterall, expo ini sangat menarik dan menjadi ajang unjuk diri mengenai kemampuan para muda mudi untuk mengekpresikan kreasinya.

Ayo buat yang seperti ini atau yang lebih bagus lagi! :p

Trip: Candi Plaosan

Sekitar pertengah April lalu saya bermain ke daerah Klaten bersama teman kos saya, Mba Pipit dan teman saya yang memutuskan untuk kembali ke Jogja setelah bertahun-tahun bekerja di Jakarta, Maztrie (hahah, becanda mas!). Perjalanannya tidak begitu panjang dan jauh saya rasa karena lokasi tempat yang saya kunjungi adalah dekat dengan Candi Prambanan. Apa itu? Apakah Candi juga? Atau yang lain?

Yup, saya mengunjungi Candi yang bernama Candi Plaosan. :) Tahu dari mana tentang Candi ini? Saya mengetahuinya dari Mba Pipit. Hahahah.. Saya hanya menemani dan sekalian refreshing.. :p

Lokasi Candi Plaosan terletak sebelah timur Candi Prambanan, berjalanlah menuju arah klaten, tepat setelah Candi Prambanan akan menemui lampu merah, beloklah ke kiri, setelah itu lurus saja ke utara hingga melewati perempatan pertama, akan terlihat tempat rekreasi air lalu teruslah melaju ke utara hingga menemui perempatan kedua dan beloklah ke kanan. Akan terlihat dari kejauhan 2 buah Candi yang cukup besar.

Sekitar jam 2 siang kami sampai dilokasi, hanya menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit untuk mencapainya, tidak menghabiskan waktu di perjalanan. Setelah saya turun dari motor saya melihat arsitektur Candi yang menarik, yang memang sebelumnya saya belum pernah melihatnya. Candi Plaosan ini dibagi menjadi dua tempat, Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul yang dalam bahasa Indonesia Lor berarti Utara, sedangkan Kidul berarti Selatan.

Menurut situs jalanjalanyuk.com dan wikipedia, Candi Plaosan merupakan perpaduan arsitektur Buddha dan Hindu karena istri dari Raja Mataram Kuno adalah Buddha, sedangkan Raja Mataram Kuno beragama Hindu. Candi Plaosan ini memiliki 116 Stupa Perwara dan 50 Candi Perwara serta 2 Candi Induk. Dibawah ini saya copas dari web keduabelah pihak, agar lebih jelas dan karena saya juga tidak terlalu paham mengenai detail Candi Plaosan (hahah.. :P ):

Candi Plaosan Utara memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Di tengah halaman, ada ruang selebar 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur aula, ada 3 altar, yaitu utara, timur dan selatan mezbah. Gambar Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya berada di altar timur. Samantabadhara patung dan Ksitigarba angka tersebut di altar utara, sementara gambaran Manjusri adalah di sebelah barat mengubah.

Candi Plaosan Selatan juga memiliki ruang di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 barisan dan peringkat masing-masing terdiri dari 4 candi. Ada juga gambar Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala dan Pranjaparamita yang dianggap “ibu dari semua Buddha”. Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat asal mereka. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dilihat.

Lebih Jelasnya bisa liat ini

Ketika saya melihat di Candi Plaosan Lor, terdapat banyak Stupa Perwara yang rusak dan sedang dalam pemugaran kembali. Selain pemugaran Perwara, saya melihat salah satu dari dua Candi Induk di Plaosan Lor telah dipugar juga sebelumnya. Tepat dibagian pintu utama dan tangga. Hal ini membuat saya merasa saya tidak tahu dahulu bentuk aslinya seperti apa karena pemugarannya tidak merata warna dan bentuk aslinya. Dua Candi Induk ini biasanya diibaratkan laki-laki dan perempuan. Candi Induk yang disebelah Utara digambarkan sebagai tokoh perempuan sedangkan Candi Induk yang disebalah Selatan digambarkan sebagai tokoh laki-laki. Dibandingkan dengan Candi Prambanan, Candi ini bisa saya katakan yang cukup besar serta hamparan tanah subur yang luas.

Udara di Candi Plaosan sungguh sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kami telah menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berfoto dan mengamati Candi Plaosan Lor, pada saat saya melihat kearah utara, Gunung Merapi sudah menampakkan kegagahannya. Pemandangan yang bagus di sore hari.

Kami bersiap untuk menuju Candi Plaosan Kidul yang hanya berjarak beberapa meter dari Candi Plaosan Lor. Ketika kami sampai di Candi Plaosan Kidul, tidak ada Candi Induk, hanya Perwara dan bisa saya katakan sepi dibandingkan Candi Plaosan Lor dan tanah yang tidak begitu luas. Karena tidak ada hal lagi yang perlu dijelajahi, kami memutuskan untuk menyelesaikan perjalanan Candi Plaosan kali ini.

Bila teman-teman senang berkunjung dan melihat situs-situs prasejarah yang saya nilai cukup misterius (karena sejujurnya saya tidak terlalu mengikuti sejarah), pantaslah bila ingin berkunjung ke Candi Plaosan atau Candi-Candi lainnya di sekitar Jogjakarta maupun Klaten.

Because It’s Worth It!

 

Have Fun!

Trip: Gedung Rektorat UGM

Mengajak Fuca ke Gedung Rektorat UGM.. :)

Gedung Rektorat UGM yang terletak di Bulaksumur, Yogyakarta ini memiliki arsitektur bertaraf internasional (cmiiw ya.. :p). Pilar-pilar yang dibentuk memberi kesan kegagahan Universitas Gadjah Mada (tsaaah.. bahasanya). Terdapat dua gedung yang saling terhubung. Gedung utara dan gedung selatan. Gedung selatan isinya bersifat administratif kemahasiswaan seperti pembayaran BOP atau pembayaran lainnya untuk mahasiswa baru, pengambilan KTM, LPPM, OIA, dll. Kalo gedung utara isinya kantor rektor dan para wakil rektor (kalo gak salah ya.. haha). Di gedung rektorat ini memiliki wifi yang super kencang serta memberikan fasilitas tempat duduk di selasar gedung utara maupun selatan.

Foto ini di ambil dari tengah-tengah gedung utara dan gedung selatan

Lorong menuju gedung utara

Bagian belakang gedung selatan

Diambil dari tempat parkir gedung rektorat

Sebenarnya saya sendiri tidak paham persis kapan gedung ini dibangun dan sejarah mengenai gedung ini. Namun bila memasuki gedung rektorat ini, akan merasakan hawa yang berbeda, seperti berada di zaman dahulu dibalut dengan zaman modern #mbulet

Yah begitulah pokoknya. hahaha..

Have Fun!

Venue: Lir Shop Yogyakarta

Alternative art space | restaurant | reading room | curiosity shop

(tulisan diatas diambil dari blog Lir)

Beberapa hari yang lalu saya dan teman saya berkunjung ke sebuah tempat yang tentram, sepi, dan nyaman. Seperti rumah nenek (kata teman saya). Di areal perumahan di kota yogya ini ada sebuah restoran atau cafe yang menyuguhkan buku-buku yang melimpah ruah. Dari buku yang berbahasa Inggris maupun Indonesia dari genre fairytale hingga pariwisata.

Yup, namanya adalah LIR SHOP.

Based on the owner of Lir, mba Mira Asriningtyas, nama Lir mengandung dua arti, yang pertama adalah Lire (bahasa Perancis) yang artinya to read dan Lair (bahasa Inggris) yang artinya hideaway place

Ini kali ketiga saya berkunjung ke Lir, tempatnya nyaman untuk menghabiskan waktu berbincang-bincang atau membaca buku disana. Didalam Lir ini terdapat beberapa space. Ada ruang exhibition, biasanya untuk pertunjukan pameran foto dan art. Lalu ada ruang shop nya, disini diberikan space untuk menjual pernak pernik unik contohnya miniatur binatang-binatang dari porcelain dengan harga terjangkau. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan space untuk menjual barang-barang kerajinan tangan contohnya paper quilling BJBJ, Crafty dari hello bleu, dan benang-benang rajut dari poyeng. Ruang lainnya ada tempat buku-buku, bukunya boleh baca ditempat. Yang terakhir adalah ruang untuk restaurantnya.

Lir menyediakan menu dengan banyak macam, dari yang untuk makan pagi seperti oatmeal/porridge/pancake, makan siang atau sore seperti pasta atau nasi, snack seperti crackers with tea or milk. Yang tak kalah menariknya adalah menu minumanya yang fresh dan enak! Harga makanan dan minumannya sangat terjangkau! :)

Oiya, disini saya suka melihat barang-barang unik yang dipajang untuk memberikan kesan “vintage”. Seperti lampu teplok, papan tulis kapur, dll.

Open from 10 am- 8 pm (closed on monday)
Address:
Jl. Anggrek 1/33, Baciro
Yogyakarta

Try the new experience between eat and read!

HAPPY EATING!

Shiso the Luminous Cat

Sekitar awal April datanglah sesosok kucing berwarna krem dengan belang-belang dibeberapa tempat yang memang khas, di kaki dan di muka. Badannya kurus tidak terurus, dia pada waktu itu sedang mengais tulang ayam di tong sampah depan ruang tv. Setelah didekati dia tidak berontak, malah menunjukkan bahwa dia sangat kelaparan (dengan suara kelaparan yang biasa ditunjukkan oleh kucing). Pikir saya mungkin setelah dia makan tulang ayam ini dia tidak akan kembali lagi. Keesokan harinya tanpa disangka dia datang lagi dan meminta makan dengan muka memelas (seperti biasa). Saya ajak dia kebagian atas untuk menemui teman yang senang dengan kucing juga. Sebelumnya saya berpikir dia kucing biasa namun ternyata kucing tersebut adalah kucing siam. Kucing internasional atau bisa dibilang taraf nya sama dengan kucing persia, angora dan kucing-kucing mahal lainnya. :O *shock*

Setelah itu saya dan teman saya memutuskan untuk memelihara sementara karena dia tidak rewel atau melakukan hal yang membuat kesal. Pada saat saya di kampus ternyata teman saya mengajaknya ke salon untuk dicuci dan memberi panganan kucing. Ketika saya balik ke kos ternyata dia sudah menunggu di sekitar halaman depan kamar. Saya sempat menanyakan siapa pemilik kucing ini di media sosial, namun tidak ada yang memberi pernyataan yang jelas. Dia kucing yang pembersih, senang tidur di atas keset, dia senang juga tidur diatas pagar tanaman, dia senang tidur-tiduran dari pagi hingga sore dan dia senang begadang. Beberapa hari dia tidur di keset, tak disangka dia berani untuk tidur di atas selimut saya dan tidak mau di pindah (-____-”). Saya tidak masalah dengan hal itu karena dia tidak mengganggu saya ketika saya sedang mengerjakan tugas. Selama seminggu dia sudah memiliki attachment yang baik dengan semua teman-teman kos. Tidak ada yang merasa terganggu dengan hal itu.

Namun beberapa hari yang lalu terjadi konflik (bila saya bisa katakan seperti itu). Ini no offense. Saya akan katakan apa yang saya rasakan dan dengar. Tepatnya di hari rabu, pada saat itu saya sedang berada di kampus dan pada saat pulang saya diceritakan oleh teman saya bahwa pada siang hari kucing tersebut di usir dari kos oleh 2 orang asisten ibu kos (biar sopan bahasanya) dan ibu kos sendiri. Salah satu asisten melemparinya dengan tanah agar dia keluar dari kos lalu menutup pintu utama. Teman saya tidak berani keluar pada saat itu dan ketika hendak membantu mengajak kembali, kucingnya sudah masuk melalui pintu di sebelah timur. Hari itu tidak jadi diusir. Namun tempat makan dan minumnya di taruh diluar ruang tv. Alasan asisten mengatakan makanannya diluar saja karena membuat bau (yang padahal saya tidak mencium bau makanan tersebut menyengat) dan katanya kucing tersebut tidur didapur ibu kos. Saya tanyakan  teman saya yang melihat apa alasannya, dia tidak tahu. Memang dalam seminggu itu dia mengeluarkan (maaf) pup nya di sekitar halaman depan kamar kos. Selama itu saya tidak mencium bau nya. Hanya diawal-awal saja.  Namun apakah itu alasan utama dari pengusiran tersebut? saya tidak paham.

Pada saat hari kamis  malam, saya lagi-lagi tidak berada di kos dikarenakan ada acara, kucing tersebut ingin diusir kembali oleh ibu kos dan 1 orang asistennya. Menurut keterangan teman saya yang berada di ruang tv bersama dengan shiso di keset,  Ibu kos membawa penebah dan 1 orang asisten membawa sapu. Beliau dengan nada tinggi ingin mengusirnya namun untunglah teman saya mengatakan untuk malam ini shiso tinggal disini, besok akan dicarikan rumah yang baru. Untunglah (terimakasih, mba Pit!). Pada saat saya pulang dan mendengar hal itu, saya rasanya ingin menangis karena kesal. Mengapa pada saat saya tidak ada mereka melakukan hal yang tidak baik terhadap kucing tersebut, kenapa tidak bicara secara baik-baik kepada kami bahwa kucing tersebut tidak boleh tinggal, kenapa?

Esok harinya, tepat tanggal 13 April saya dan mba Pipit berusaha mencari teman yang mau mengadopsi shiso. Setelah beberapa jam akhirnya kami menemukannya, teman dari mba Pipit yang menyukai kucing dan memiliki kucing juga. Saya membicarakannya kepada orangtua saya dengan menangis (memang, ini momen yang sedih bagi saya), orangtua saya memberikan pernyataan yang positif, mungkin ibu kos tidak ingin membuat anak-anak kos nya terserang toxoplasma. Saya berusaha positif dengan hal itu. Walaupun pada dasarnya toxoplasma bukan hanya dari kucing tapi juga dari anjing dan hewan mamalia lainnya serta tergantung dari tingkat kebersihan hewan yang kita pelihara.

Kami menuju ke Cafe Momento, bertemu dengan mba Diefla dan memberikan shiso. Shiso sangat beruntung menemukan mama barunya yang lebih sayang dan memiliki lingkungan yang care terhadap binatang. Serta mem-post shiso di ohmypaws milik mba Chiw (terimakasih mba!). Semoga Shiso semakin gendut dan menawan ya! :3

Song of The Week (First week of April)

Artist : Nino Prabowo

Title : Sungguh

Comment : This song is really touchy and feels like a broken hearted although i don’t feel it. haha.. Enjoy!

Venue: Garden Juice Jogja

Saturday evening when the sun came up after the rain dropped into the noon, me and my friend went to the Garden Juice near my dormitory. Because its near, we using bicycle. The chilly breeze and quiet street make my mind fresh and hungry. Hahah..

I parked my (loan) bicycle near the little tree and took a seat not far from the bicycle so i could watched it carefully.

At Garden Juice, we can see garden with the round and square wood table, wood armchair and a lot variety of shade trees. This place make us dawdled to enjoy that. When we arrived, there are many people enjoyed the juice, view, and chit-chat with others.

Garden Juice have speciality of juice (definitly) and some healthy food. There are three kind of juice in here, basic juice, mixed juice, and smoothie. Some healthy food like fruit salad, sandwich, and many more. The unique thing is Garden Juice make special name for each juice in the menu.

After looked up the menu, my friend chose Lonestar and i chose Hello Morning. Lonestar is mixed juice from papaya, orange, and kiwi. Hello Morning is smoothie from strawberry and orange. Than, we chose special sandwich from Garden Juice home made.

Not took so long to wait the juice and the sandwich done, it is just take about 15 minutes. The taste of my juice, the hello morning was really fresh! And when i taste lonestar, it taste great too.

For special sandwich, i just wanna tell you that it’s really delicious! Four slices of triangle bread with each slice consist of cheese, smoked beef, cucumber, leek combine with black paper, tomatoes, lettuce, and mayonnaise.

Can you imagine that? :)

How about the price? Hmm.. The price is not cheap at all because this isn’t just about the taste but it’s also about the value that the owner want to tell. Do you wanna know it? Come and feel it!

Garden Juice Blog

HAPPY EATING AND DRINK!

Random Trip #2

Setelah beberapa lama menunggu habisnya roll film (untuk kesekian kalinya) akhirnya cetakannya selesai. YEAY!. Nama postingannya Random Trip bagian ke 2 karena memang jalan-jalan yang random dan tidak terlalu penting untuk dipublikasikan, makanya saya publish *erm* *kemudian hening*

First shot itu ada di sebuah Tempat Pemakaman Umum (Cemetery), tempat peristirahatan bapak kos yang baik hati. :’)

Jadi ceritanya ke tempat ini karena saya tidak berada di yogya pada saat acara pemakaman bapak kos. TPU ini bentuknya berbukit-bukit dan tanahnya luas sekali. Ini kalo saya lihat seperti tempat pemakaman diluar negeri gitu. Hehe..

Setelah melakukan ziarah, saya dan teman-teman mencari makan yang terdekat. Ketemunya soto. ya uda makan soto. *kalimatnya gak penting*

—————————

Hari Valentine saya beli cupcake loh.. Hihihi.. Buat siapa? buat orang yang ketemu pas papasan. Sebenarnya pengen aja memberikan ke teman-teman. :)

—————————–

Minggu pagi setelah bermain bulutangkis di depan kos dan kemarinnya saya melihat nama perumahan (yang bukan perumahan sebagaimana mestinya) dibuat serta sudah jadi alhasil saya ingin melihat kesana. Karena hari itu mendungnya gak enak maka saya dan teman saya menggunakan sepeda yang keren dan trendi tapi minjem. -____-”

“Kring! Kring!” sepeda melaju ke pusat tanda perumahan. Ciiiaaat… *bunyi rem* kami memarkirnya didepan rumah orang.

Foto bareng dulu biar kece :p

Pengen bergaya levitasi dengan menggunakan kamera Fujica M1 ini yang tahu sendiri kecepatan penerimaan cahayanya seberapa, hasilnya adalah…… gak berhasil (._.”)

Fotoin temen juga biar sama-sama kece :p

Setelah berlama-lama di depan gang dan dilihatin sama orang yang punya rumah seberang, kami akhirnya memutuskan untuk berkeliling sedikit lagi.

Sampailah di depan futsal seberang areal kos dan dilalah nya gerimis turun dengan unyu nya. -____-” Ya sudah lah, akhirnya balik ke kos kembali.

———————————-

Hujan. Ya yang tak terlihat sedemikian rupa adalah hujan. Lihat lah.. Maka kau akan tahu maksud dari hujan itu. (Ceritanya lagi berpuisi)

Saya sudahi random trip sesi dua. Lebih sedikit ya dibanding sesi pertama. Tapi tidak apa. Senang punya kamera kuno dan mau diajak kemana-mana. hahaha.. Ciao!

HAVE FUN!