Budaya / Trip

Trip: Candi Plaosan


Sekitar pertengah April lalu saya bermain ke daerah Klaten bersama teman kos saya, Mba Pipit dan teman saya yang memutuskan untuk kembali ke Jogja setelah bertahun-tahun bekerja di Jakarta, Maztrie (hahah, becanda mas!). Perjalanannya tidak begitu panjang dan jauh saya rasa karena lokasi tempat yang saya kunjungi adalah dekat dengan Candi Prambanan. Apa itu? Apakah Candi juga? Atau yang lain?

Yup, saya mengunjungi Candi yang bernama Candi Plaosan. :) Tahu dari mana tentang Candi ini? Saya mengetahuinya dari Mba Pipit. Hahahah.. Saya hanya menemani dan sekalian refreshing.. :p

Lokasi Candi Plaosan terletak sebelah timur Candi Prambanan, berjalanlah menuju arah klaten, tepat setelah Candi Prambanan akan menemui lampu merah, beloklah ke kiri, setelah itu lurus saja ke utara hingga melewati perempatan pertama, akan terlihat tempat rekreasi air lalu teruslah melaju ke utara hingga menemui perempatan kedua dan beloklah ke kanan. Akan terlihat dari kejauhan 2 buah Candi yang cukup besar.

Sekitar jam 2 siang kami sampai dilokasi, hanya menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit untuk mencapainya, tidak menghabiskan waktu di perjalanan. Setelah saya turun dari motor saya melihat arsitektur Candi yang menarik, yang memang sebelumnya saya belum pernah melihatnya. Candi Plaosan ini dibagi menjadi dua tempat, Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul yang dalam bahasa Indonesia Lor berarti Utara, sedangkan Kidul berarti Selatan.

Menurut situs jalanjalanyuk.com dan wikipedia, Candi Plaosan merupakan perpaduan arsitektur Buddha dan Hindu karena istri dari Raja Mataram Kuno adalah Buddha, sedangkan Raja Mataram Kuno beragama Hindu. Candi Plaosan ini memiliki 116 Stupa Perwara dan 50 Candi Perwara serta 2 Candi Induk. Dibawah ini saya copas dari web keduabelah pihak, agar lebih jelas dan karena saya juga tidak terlalu paham mengenai detail Candi Plaosan (hahah.. :P):

Candi Plaosan Utara memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Di tengah halaman, ada ruang selebar 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur aula, ada 3 altar, yaitu utara, timur dan selatan mezbah. Gambar Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya berada di altar timur. Samantabadhara patung dan Ksitigarba angka tersebut di altar utara, sementara gambaran Manjusri adalah di sebelah barat mengubah.

Candi Plaosan Selatan juga memiliki ruang di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 barisan dan peringkat masing-masing terdiri dari 4 candi. Ada juga gambar Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala dan Pranjaparamita yang dianggap “ibu dari semua Buddha”. Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat asal mereka. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dilihat.

Lebih Jelasnya bisa liat ini

Ketika saya melihat di Candi Plaosan Lor, terdapat banyak Stupa Perwara yang rusak dan sedang dalam pemugaran kembali. Selain pemugaran Perwara, saya melihat salah satu dari dua Candi Induk di Plaosan Lor telah dipugar juga sebelumnya. Tepat dibagian pintu utama dan tangga. Hal ini membuat saya merasa saya tidak tahu dahulu bentuk aslinya seperti apa karena pemugarannya tidak merata warna dan bentuk aslinya. Dua Candi Induk ini biasanya diibaratkan laki-laki dan perempuan. Candi Induk yang disebelah Utara digambarkan sebagai tokoh perempuan sedangkan Candi Induk yang disebalah Selatan digambarkan sebagai tokoh laki-laki. Dibandingkan dengan Candi Prambanan, Candi ini bisa saya katakan yang cukup besar serta hamparan tanah subur yang luas.

Udara di Candi Plaosan sungguh sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kami telah menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berfoto dan mengamati Candi Plaosan Lor, pada saat saya melihat kearah utara, Gunung Merapi sudah menampakkan kegagahannya. Pemandangan yang bagus di sore hari.

Kami bersiap untuk menuju Candi Plaosan Kidul yang hanya berjarak beberapa meter dari Candi Plaosan Lor. Ketika kami sampai di Candi Plaosan Kidul, tidak ada Candi Induk, hanya Perwara dan bisa saya katakan sepi dibandingkan Candi Plaosan Lor dan tanah yang tidak begitu luas. Karena tidak ada hal lagi yang perlu dijelajahi, kami memutuskan untuk menyelesaikan perjalanan Candi Plaosan kali ini.

Bila teman-teman senang berkunjung dan melihat situs-situs prasejarah yang saya nilai cukup misterius (karena sejujurnya saya tidak terlalu mengikuti sejarah), pantaslah bila ingin berkunjung ke Candi Plaosan atau Candi-Candi lainnya di sekitar Jogjakarta maupun Klaten.

Because It’s Worth It!

 

Have Fun!

One thought on “Trip: Candi Plaosan

  1. Pingback: Trip|Dipalak di Candi Plaosan « pacarkecilku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s