tunggu aku di ujung kota Jogjakarta


aku sayang dia seperti layaknya seorang adik yang sayang kepada kakaknya. Aku lakukan apa saja agar dia bahagia, aku berikan apa saja agar dia senang. Aku tahu ini merupakan hal yang (sepertinya) bodoh yang biasanya disebut sebagai sebuah pengabdian kepada orang lain yang kita sayangi walupun bukan merupakan sedarah.

Aku tidak meminta imbalan berbentuk barang, aku hanya ingin dia menyayangiku dan menganggap aku adik baginya.
Karena dia begitu sempurna dimataku.
Karena dia merupakan pedoman bagi hidupku.
Karena dia adalah panutan disaat aku bingung dan penuh tanya.
Aku suka melihat keindahan wajahnya.
Aku suka melihat lekuk tubuhnya yang melambangkan kewibawaan.
Aku suka kesederhanaan cara pandangnya.

Aku berharap dia tahu perasaan ini. Perasaan yang begitu nyata yang ada didalam diri ini.

(sebuah catatan seseorang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s