a thing called rain


tetes air yang bersifat saling mendahului datang setelah pemberitahuan dari awan abu. tepat dimalam hari yang dingin ditengah tanah yang dijadikan tempat makan aku duduk menunggu. menunggu hujan itu berhenti sejenak supaya aku bisa pulang dengan (cukup) selamat. Namun ternyata hujan tidak mendengar perkataanku. jadi sekali lagi aku menunggu. dan kalimat-kalimat dibawah ini pun muncul karena kau, hujan bersama angin yang membuatku kedinginan.

hujan selalu mempengaruhi mood seseorang. dan kadang-kadang selalu dijadikan alasan untuk menunda sesuatu. dari apa saja. banyak juga yang menyatakan rasa senang dengan keberadaan hujan. ada apa dengan hujan? hujan seringkali dijadikan objek puisi atau kata-kata yang menyenangkan disebuah tulisan. dan sering mendengar kalimat “setiap hujan turun aku selalu mengingatnya”. apakah ada wajahnya disetiap tetes air yang turun? hujan di pagi, siang, atau malam hari? dengan intensitas ringan atau berat?

hujan, hari ini kamu terlihat marah sekali. membawa angin kencang dan membuat baju yang kupakai setengah basah. dan tidak berhenti sedikitpun walaupun intensitasmu masih sama. dan tidak ketinggalan petir yang sering kali kau ajak bermain malam ini.

aku mulai menggunakan jas hujan dan memberanikan diri untuk menerjang air yang turun. dan aku selamat sampai tujuan.

4 thoughts on “a thing called rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s