Project 2. Untukmu


28 Desember 2010

Untukmu, yang sampai hari ini mungkin tidak pernah menyadarinya.

Kau tau hari ini hari apa? tidak ada yang spesial dan tidak pernah spesial bagi ku sebelum saya membuat hal yang cukup “gila” dalam kamus kehidupanku. Dulu memang sering sekali memberikan hal-hal kecil kepada sahabat dan teman-teman, segala macam bentuk. Tapi hari ini berbeda. Hari ini aku cuman berceloteh ingin memberikan sesuatu kepadamu. hanya ingin saja tapi takut untuk memulainya. namun karena dorongan dari teman akhirnya aku memberanikan diri mencari “sesuatu”. untukmu.

Sore. yap sudah sore dan harapan pun pupus sebelum bergerak, karena kemungkinan besar toko yang menjual itu sudah tutup. Diantara kepasrahan tidak usah membeli, tiba-tiba terbesit untuk membeli apapun dan bukan sesuai apa yang kuinginkan sebelumnya (aku tau ini sesuatu yang sangat fleksibel). Aku mengunjungi tempat yang sebelumnya belum pernah kudatangi dan sering kali hanya melewatinya.

Tibalah disuatu pojokan dan berkaca transparan yang berisi berbagai macam barang aneh dan mungkin jarang dimiliki ataupun barang yang dijadikan koleksi para kolektor. pertamanya aku ingin membelimu barang yang pertama yang aku kira cocok untuk sepedamu. aku tidak berani untuk memberikannya kepadamu, riskan tidak dipakai. Lagi-lagi aku merasakan keputus-asaan. Aku ingin pulang. tapi aku tidak mungkin membelinya esok pagi karena itu 98% tidak akan menemuimu untuk memberikan barang tersebut.

Oke. aku memutuskan untuk mencari lagi diantara barang-barang yang terpampang di kaca. tiba-tiba aku melihat barang yang cocok untukmu. Ini gambling, aku tidak tahu pasti apakah kamu sudah memilikinya atau belum. “alat ini tidak terlalu terang, cuman untuk menandakan bahwa ada sepeda bagi pengendara lainnya,” kata si abang yang berjaga disana. Huff. kau tau aku sangat kebingungan pada saat itu. aku memutuskan membelinya. apapun resikonya.

alasannya: udah malem (haha.😛 ).

Aku melihat tempat kotak itu lusuh dan tidak valid, jadi aku membelikanmu tambahan kotak berwarna hitam dan sampul kado batik yang seperti di kondangan mantenan orang-orang. Aku memberi tambahan, kapsul kecil berwarna orange-putih yang berisi tulisanku, tanpa nama tentunya. Kusampul dengan rapi. sangat rapi sampai 2x. hahaha. agar kau lebih tidak tahu siapa yang memberikan.

29 Desember 2010:

oke. ini saatnya! aku melihatmu, sengaja telat agar dapat melihat kau datang dan tahu dimana letak sepedamu. Aku berjalan menuju gedung perkuliahaan. ada sepedamu terparkir. Aku sudah berada didepannya. melihat kekiri dan kanan memastikan tidak ada orang yang melihatnya. karena tidak mungkin aku menggunakan topeng atau apapun. aku menaruhnya tepat di stang sepedamu. dan kau akan menemukannya tepat setelah pelajaran selesai.

aku tidak pernah memberi sesuatu terlebih berpapasan dan berbica dengan waktu yang cukup lama. tidak pernah. karena aku takut. seperti biasa. Tapi akhir-akhir ini kita berbicara, walaupun hanya beberapa menit. namun aku diantara perasaan yang terombang-ambing.

regards,

aku.

p.s: tulisan ini tidak akan ku kirimkan kepadamu. cukup disini saja. agar kau mengerti. itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s