Random Trip #1


Perjalanan berkeliling kota memang tak pernah selesai kalau banyak sekali kegiatan/acara yang diselenggarakan disana. Dengan membawa kamera kecil berwarna hitam dan cukup tua (baca: fujica m1), saya ajak berkeliling selama beberapa minggu ini.🙂 Setidaknya saya menggunakannya dengan baik dan benar, walaupun lagi-lagi mendapati beberapa hasil jepretan saya terbakar (hahah, sedih euy!). Tak mengapa lah, yang penting beberapa momen dapat mewakili perjalanan dari kegiatan satu ke kegiatan lainnya.

Setelah mengisi amunisi a.k.a roll film (tidak menggunakan roll expired, mencoba melihat hasil roll film baru), saya dan teman saya beranjak ke museum Vredeburg. Perjalanan ini rencananya ingin menonton Jogja Java Carnival, karena tidak ingin mengalami kemacetan yang luar biasa maka kami pergi pada siang hari. Setidaknya sambil menunggu waktu malam, kami menuju museum ini. FYI, dulu harga tiketnya cuman 750 perak, sekarang naik menjadi 3.000 rupiah dan plus biaya membawa kamera. Semoga saja dengan naiknya retribusi, kenyamanan di museum semakin baik ya. Amin.

Tuh liat deh, ada apinya gitu di bagian bawah foto. nyahahaha… Untung aja kakinya temenku gak ikut-ikutan. Ya begitulah, memang perlu ekstra semangat untuk memotret. Tidak terlalu terang, tidak terlalu gelap. hihihi..😀

“Waiting for someone?”

Entah kenapa selalu suka jepretan lampu kota.🙂

testing..testing.. huehehe

Waktu kita ke Museum ini, sedang ada perbaikan hampir diseluruh tempat, kecuali 1 tempat. (-___-“) So, kami beranjak ke belakang Museum yaitu Taman Budaya Yogyakarta (TBY) karena disana ada pameran mengenai kebudayaan Kalimantan.

Di TBY ini kita akan melihat berbagai macam pernak-pernik budaya di Kalimantan. Yang membuat acara ini dari perkumpulan mahasiswa-mahasiswa Kalimantan yang tinggal di Yogyakarta. Pada saat menjelaskan stand mereka, logat Kalimantan sangat jelas terdengar. Di tiap stand akan disuguhi contoh rumah adat, baju adat, sistem adat, sistem berburu, alat musik dan juga alat-alat dapur. Yang jelas seperti yang kita ketahui tiap suku adat di Kalimantan memiliki motif ukiran yang berbeda untuk memberitahukan asal mereka dari suku apa. Keren ya. Iya banget deh.🙂

Coba tebak ini ada dimana? yup ini ada di Km.0 atau di perempatan malioboro-BNI46-Kantor Pos-Alun-Alun Utara. Jadi ini ceritanya uda acara Jogja Java Carnival. Waktu nyoba-nyoba foto si terang cahaya udah mendukung banget tuh. Pas di cetak malah hasilnya kok apik yo? *lho?! Kayak bukan gedung BNI malah koleseum di Roma (halah, lebay abis sumpah!)

Setelah seminggu yang lalunya ke JJC, saya mengajak si Fucanon (nama imut-nya fujica m1 saya) ke daerah yang dekat-dekat aja, di daerah Kotabaru yaitu di Bentara Budaya. Ada acara yang namanya Craft Carnival. Wuiih.. Acaranya menarik lho. Tentang merajut, membuat pernak-pernik, dan cocok banget untuk para kaum hawa yang mau nambah ilmu. Disana juga ada stand penjualannya. Kalo diliat seluruh penjualannya sebenernya mau beli semua, tapi apa daya memang rekening itu gak pernah bohong jadi ya cuman beli satu untuk menjadi cover setia si Fuca. Teman-teman yang sempat saya beritahu juga mengalami ke”kalap”an yang sama. :p maap ye prend. hahahha..

Ini testing pencahayaan di depan kamar kost. Pemancar tv luar negeri gitu deh..

So sweet banget gak sih?! Ini lagi Bapak Djoko Pekik yang meminta saya untuk merangkulnya-yang sebelumnya pose biasa aja- hahhaa.. Ketemu sama Bapak Djoko Pekik di acara Art For Children yang diadakan di Taman Budaya Yogya belum lama ini.

Acaranya berupan pemetasan tari, musik, seni rupa dan teater. Saya datang pada saat pementasan tari. Anak-anaknya lucu banget narinya ada yang serasi ada yang sesukanya. Ya, itulah dunia anak-anak.🙂 Setelah acara tari, dilanjut pembukaan seni rupa yang dibuka oleh Bapak Djoko Pekik. Foto yang diatas itu adalah salah satu karya anak-anak yang berpartisipasi. Unik-unik. Ada yang sudah mahir, ada yang memang pada umur segitu gambarnya sederhana. Mereka berani menunjukkan keahliannya. Salut! Hemm.. Sayangnya dari semua foto yang dijepret, hasilnya yang bagus cuman satu. (-__-“)

Lukisan ini dilukis atas kolaborasi 2 anak dan Bapak Djoko Pekik sebagai tanda dibukanya pintu tempat hasil-hasil seni rupa karya anak-anak. Digambar langsung, on the spot lho. Keren hasilnya!🙂

Yup, inilah acara-acara yang didatangi oleh si Fuca dan saya. Karena roll film sudah habis dan setengah hasilnya entah dimana maka saya sudah mengisinya kembali lalu bersiap untuk berpetualang mencari kegiatan! Yeaay!!😀

2 thoughts on “Random Trip #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s