Social Visit (Maluku, 2010) part 2


Lanjutan perjalanan di postingan sebelumnya. Mengenai bagaimana pengabdian di desa Kariu berlangsung.


lanjutan..

Saat di Makariki kami menemui saudara dari teman kami di Ambon dan beliau mengatakan untuk mencoba melihat ke daerah Waipia, tempat istrinya mengajar SMP disana. Dengan menggunakan angkot dari kota Masohi menuju desa Waipia menghabiskan waktu 1 jam dikarenakan lokasinya yang memang jauh. Disana pada saat transit akan melihat pasar yang cukup luas dan dibelakangnya ada sekolah-sekolah. Pada saat kami mengobservasi kami menemukan hal yang sama seperti di desa Makariki.

Tugu TNS

Setelah berdiskusi panjang lebar dengan kedua teman saya, mas Septian dan Intan, mas Septian memberikan solusi untuk melakukan pengabdian di Pulau Haruku, tepatnya di Desa Kariu, tempat dimana teman kami yang bekerja di Ambon berasal dari desa tersebut. Karena dirasa hal tersebut merupakan pilihan ketiga, maka kami bersiap-siap untuk menuju Pulau Haruku keesokan harinya.

Tanggal 20 Juli 2010 kami menunggu di terminal Binaya untuk berangkat ke daerah Karatu menuju pelabuhan Listetu. Pelabuhan tersebut berada di selatan Pulau Seram dan memakan waktu lebih dari 3 jam. Perjalanan hari itu adalah perjalanan yang tidak terlupakan bagi saya. Bagaimana tidak, perjalanan kami diselingi dengan hujan yang terus menerus mendera aspal jalanan. Kendaraan yang kami tumpangi sungguh bukan sebuah kendaraan yang layak pakai.

Pada saat kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar lintas hutan, tiba-tiba kendaraan itu berhenti dikarenakan masuknya air hujan yang membuat radiator tidak berfungsi. Ditengah hutan, hujan deras, dan tidak ada sinyal. Untung saja 45 menit kemudian datanglah kendaraan lain yang ingin menuju pelabuhan Listetu. Kami dan beberapa orang yang ingin ke pelabuhan tersebut pindah, berdempet-dempetan dengan suksesnya. Kenangannya tidak sampai disitu saja. Setelah tiba di pelabuhan Listetu, kami melihat deru ombak yang besar diiringi hujan yang tak kunjung padam. Dan kami bertiga mengenakan kostum yang salah. Kami semua menggunakan sepatu serta celana panjang dan tidak terpikirkan untuk menggantinya. Yang lebih parah lagi, walaupun ombak besar kami diminta untuk menaiki speed boat didepan kami.

“Gila ini mah!” pikirku. Tapi jelas tidak saya keluarkan dengan lantang. Kecepatan speed boat bukan main, menerjang ombak besar seperti akan terbalik. Muka tegang saya muncul, mas Septian dan Intan bersikap biasa saja. (-_-“) Hanya butuh 15 menit untuk menuju Pulau Haruku. Disana kami bertemu dengan keluarga teman kami.

suasana rumah di desa Kariu

Pulau Haruku berada di tengah-tengah antara Pulau Seram dan Pulau Ambon. Memiliki 11 Desa, yang menarik adalah tiap desa memiliki satu agama. Seperti di tempat kami tinggal, di desa Kariu hanya ada agama Kristen, sedangkan di desa kanan kiri kami yaitu desa Pelaw dan desa Ory seluruhnya beragama islam. Jarak antara rumah penduduk satu dengan yang lainnya saling berdekatan, hal ini menjadi nilai plus bagi kami untuk bersosialisasi. Kami tinggal di dua tempat yang berbeda, salah satu ada di rumah orangtua teman kami, sisanya ada di saudara teman kami. Kehidupan di Pulau Haruku penuh dengan kedamaian pasca konflik yang merenggut banyak nyawa yang tidak bersalah. Kami meminta ijin kepada Bapa Raja (kalau di Jawa namanya pak Dukuh) dan mulai mengobservasi sekolah dasar yang ada disana.

Hasil dari observasi kami adalah mengganti desain pengabdian. Mengapa? Karena cuaca yang hujan terus menerus, kami tidak bisa melihat perilaku anak-anak yang bermain. Mereka hanya berada di dalam kelas atau bermain di luar kelas. Sekolah Dasar Kariu memiliki tenaga pengajar yang minim, masih ada yang bertenaga honorer, memiliki kesulitan dalam membeli buku pelajaran maupun alat tulis. Yang membuat saya salut adalah SPP di Sekolah Dasar ini digratiskan kecuali seragam sekolah. Kami berdiskusi mengenai perubahan desain pengabdian. Desain pengabdian kami akhirnya bertemakan bermain dan belajar bersama anak-anak pasca konflik. Melakukan pengabdian yang sederhana namun bisa membuat orang lain bahagia, karena jarang sekali orang-orang luar Maluku yang berkunjung ke daerah ini. Tak hanya pengabdian, kami juga menyumbang buku yang berasal dari Yogyakarta untuk SMA di Pulau Haruku.

SMA di Pulau Haruku

Pengabdian pertama kami mulai pada hari Minggu, 25 Juli 2010. Pada saat selesai misa di gereja. Kami menemui anak-anak di Desa Kariu tersebut. Wajah ceria dan menyenangkan kami dapatkan pagi hari itu. Menambah semangat kami untuk melakukan pengabdian. Pertama, kami bersosialisasi untuk memberikan sebuah kegiatan menggambar bagi anak-anak, mereka sangat antusias hingga tidak bisa dikontrol dari kami maupun dari pengasuh-pengasuh di gereja. Hahaha.. Hal ini merupakan pembelajaran bagi kami bagaimana menenangkan antusias anak-anak yang begitu hebatnya. Kami memutuskan untuk menyelesaikan gambaran yang digambar anak-anak keesokan harinya karena apabila diteruskan akan semakin runyam.

day 1

Keesokan harinya kami mengadakan nonton film edukasi bersama. Sayang beribu sayang, pada saat itu lampu mati hingga malam hari. Pada saat sebelum acara kami berdiskusi dan mas Septian memberikan solusi untuk mengajari anak-anak mengetahui binatang-binatang yang ada di poster yang kami beli di kota Masohi. Anak-anak dengan seksama mendengarkan kami bercerita dan ikut juga berpartisipasi dalam menjawab tebak-tebakan binatang. Sangat menyenangkan.

day 2

Setelah kegiatan selesai kami diajak berbincang oleh pengurus Forum Anak Leamoni. Inti dari pembicaran kami adalah meminta tolong kepada kami untuk memberikan cerita-cerita yang membuat remaja di desa Kariu termotivasi untuk terus bermimpi dan menggapainya.

to be continued..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s