When Galungan Comes to Penglipuran Village


Melihat Kecantikan desa Penglipuran pada saat Hari Raya Galungan di Bali


Hari raya Galungan merupakan hari raya besar bagi umat Hindu di Indonesia. Perayaan Galungan dalam setahun dilaksanakan dua kali. Tahun ini, Galungan pertama di bulan Februari awal. Tepat sekali karena saya sedang berada di Bali untuk pulang ke rumah. Heheh.. Pada dasarnya hal ini sudah sangat biasa bagi saya tapi saya ingin share sedikit ke teman-teman bagaimana situasi di Bali kalau Galungan sudah datang.

Apa saja yang ada pada saat Galungan?

Penjor

Dikutip dari parisada.com, penjor memiliki arti sebagai sarana untuk melaksanakan pengastawa, yaitu sebagai swadharma umat Hindu untuk mewujudkan rasa bakti dan berterimakasih kepada Ida Sanghyang Widi Wasa serta rasa terimakasih atas kemakmuran yang dilimpahkan. Penjor yang didirikan pada saat Galungan bersifat religius dan wajib dibuat lengkap dengan perlengkapan-perlengkapannya.

Gambar di atas menunjukkan sedang didaerah Kapal, Mengwi. Saat ini saya melihat lebih banyak ornamen dalam menghias penjor. Seperti gambar diatas tersebut, ditambah dengan patung yang unik.

Nah beberapa gambar diatas ini merupakan tempat ayah saya dibesarkan. Didaerah Tabanan.

Barong Bangkung

Barong Bangkung adalah barong bermuka babi. Biasanya saya sering melihatnya pada saat Galungan dan Kuningan, dimainkan oleh sekumpulan anak-anak. Dua orang masuk kedalam kostum barong bangkung, yang lainnya membawa alat-alat musik gamelan dan ada pula yang menggunakan topeng sambil menari menemani barong bangkung. Mereka akan berkeliling desa dan biasanya kita yang menonton dimintai dana. Dana tersebut bukan merupakan alasan mereka mau berkeliling namun merupakan hal yang menyenangkan memainkan barong bangkung dan membuat warga desa tertawa karena tingkah laku mereka.

Foto diatas merupakan barong bangkung yang ada di daerah Denpasar dekat Renon. Foto ini diambil setelah pulang dari Tabanan.

Kalau foto yang ini diambil di daerah Ubud, mereka membawa beberapa gamelan untuk dimainkan, sebagai pengiring barong Bangkung.

—————————————————

Pada saat manis Galungan atau pasca Galungan, saya dan keluarga berkunjung ke Desa Penglipuran. Kenapa Penglipuran? Karena desa Penglipuran merupakan desa percontohan dan diusahakan menjadi wujud dari Bali Aga. Bali Aga merupakan orang-orang asli yang menempati Bali. Hal yang spesial di tempat ini adalah arsitektur rumah dan pagar yang sama dari rumah pertama hingga rumah terakhir. Dulunya pagar tersebut terbuat dari tanah liat, namun karena perubahan zaman, beberapa rumah sudah menggantinya dengan semen.

Sekilas Desa Penglipuran:

Bertempat di kelurahan Kubu, kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, desa Penglipuran ini berasal dari kata Pengeling Pura yang berarti tempat suci untuk mengingat para leluhur (Parwati, 2009). Menurut Pendesa adat Penglipuran, masyarakat Penglipuran memiliki sejarah bahwa mereka dipindahkan dari desa Bayung Gede oleh Raja Bangli, sehingga secara tanggung jawab saat ini pun mereka masih memiliki ikatan dengan tanah leluhurnya di Bayung Gede tersebut. Desa Penglipuran memiliki luas 112 hektar serta memiliki 226 kepala keluarga dengan bermata pencaharian sebagai peternak, petani, dan pengrajin bambu (Sulistyowati, 2011). Desa ini terletak 700 meter diatas permukaan laut.

Setahun lalu saya sempat mendatangi desa Penglipuran, namun pada saat itu sepi tidak ada penjor atau kegiatan warga dan pada saat saya sedang mengerjakan tugas kuliah, saya memilih desa Penglipuran, yang menjadikan saya berniat untuk datang kembali dan melihatnya secara detail. Untunglah pada saat hari raya diajak ke desa Penglipuran lagi.🙂

Pada saat datang ke desa Penglipuran, pengunjung banyak sekali yang hadir. Tak terkecuali anak-anak muda juga ikut menikmati keindahan desa tersebut. Biaya masuk ke desa ini tidak sampai 10ribu rupiah.

Foto diatas menunjukkan keindahan desa Penglipuran dengan tambahan penjor. Cantik sekali!

Rumah-rumah di desa ini saling berhadap-hadapan, dari arah timur dan arah barat. Letak desa Penglipuran menanjak sampai tempat paling atas, yaitu Pura Penataran. Jadi di utara desa ada sebuah Pura Penataran sebagai inti dari pusat beribadah, sedangkan di selatan terdapat hutan-hutan bambu yang digunakan untuk bekerja.

Gambar diatas adalah gerbang rumah di desa Penglipuran yang terbuat dari tanah liat dan bambu. Dibawah ini adalah foto diareal rumah warga dan dapur terpisah dari rumah.

Saya dan keluarga memutuskan untuk melihat terlebih dahulu di daerah selatan karena saya mencari tugu pahlawan. Walaupun jaraknya sedikit jauh dari pintu masuk namun lokasi tugu pahlawan ini sangat hijau.

Setelah melihat tugu pahlawan, saya melanjutkan untuk naik kembali ke arah utara yaitu ke pura Penataran. Sayangnya, pura tersebut ditutup karena masih pada hari raya besar Galungan. Alhasil kami hanya berfoto didepannya. Tak disangka didekat pura pentaran yaitu didekat balai patok dan dapur adat ada jambu berwarna kuning, kalo ibu saya mengatakan kalau itu dibilang jambu tete. ahahaha… gak ngerti juga deh namanya bener gak tu. Tapi itu kedengarannya lucu dan unik. Kami foto-foto disana, eh tau nya yang lain juga pada foto ntu jambu.😀

Karena hari sudah semakin siang, kami berniat untuk mencari makanan di sekitar Ubud. Pada saat menuruni menuju parkiran, ada Ibu-Ibu yang menjual Loloh Cem-Cem. Apa itu? Loloh Cem-Cem merupakan minuman khas dari desa Penglipuran. Terbuat dari daun cem-cem, kelapa, dan asem. Rasanya? ada sodanya dikit-dikit yang berasal dari daun cem-cem, rasanya menyegarkan di tenggorokan, setelah itu hangat di badan. Enak!

Oke deh.. Sharenya segitu aja ye.🙂 Kalau berkunjung ke Bali, sempatkan ke desa Penglipuran. Tempatnya menarik untuk dilihat dan di eksplor. Kapan lagi ada desa unik seperti ini..

HAPPY HOLIDAY!

2 thoughts on “When Galungan Comes to Penglipuran Village

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s