Trip: Bangunan Tua di Sayidan


Disudut kota Yogyakarta, bila anda perhatikan secara seksama di daerah Sayidan, anda akan melihat bangunan yang terbilang cukup tua serta dibaluti tanaman rambat disudut-sudut bangunannya. Bangunan ini biasa disebut “Gereja Gothic Sayidan”. Padahal bangunan ini bukanlah gereja, melainkan rumah tinggal.

Saya bersama teman saya, ingin mengetahui letak rumah tersebut. Dengan menggunakan kendaraan bermotor, saya beranjak menuju ke arah Gondomanan (Jogjatronik), sebelum berpapasan dengan lampu merah (kanan menuju wijilan, lurus menuju Jogjatronik, kiri menuju Polsek Gondomanan) di sebelah kiri akan terlihat gang kecil, masuklah kesitu dan bangunan tersebut tepat disebelah Kursus Kepandaian Putri “Giat”. Bila bingung tanyakan saja kepada warga sekitar dimana Jl. Limaran berada.

Awalnya saya dan teman saya juga berasumsi bahwa bangunan ini adalah Gereja. Namun, menurut situs dekmaniezt.multiply.com, dulunya bangunan ini dibuat hanya untuk rumah pribadi dan bukan gereja. Jika kita perhatikan lebih lanjut, terdapat bukti fisik berupa patung yesus raksasa yang sedikit kusam, lonceng, altar, dan menara. Bangunan ini kepunyaan keluarga kerabat keraton. Salah duanya, KRT Thomas Haryonagoro, KRT Daud Wiryo Hadinagoro. Sosok KRT Thomas Haryonagoro sendiri merupakan seseorang yang sangat dikenal untuk jaringan permuseuman dan bangunan-bangunan tua di Jogjakarta serta pemilik Museum Ullen Sentalu. Sekitar tahun 1990an, bangunan ini ditempati oleh kerabat dari Keluarga Haryonagoro (selanjutnya…)

Selain itu dari situs andikaawan.blogspot.com mengatakan hal yang berhubungan, bapak yang ditemuinya bercerita bahwa bangunan tersebut merupakan milik orang keturunan Tiong Hoa yang dibangun sekitar tahun 1987. Dahulu bangunan ini merupakan tempat tinggal yang sekaligus sebagai pabrik batik dan juga sebagai museum batik. Museum batik ini terletak di bagian bawah tanah dari bangunan gothic ini. Setelah si penghuni meninggal, maka koleksi batik yang ada di bangunan ini dipindahkan di Ulen Sentalu yang berada di daerah Kaliurang. Kabarnya sih pemilik Ulen Sentalu ada hubungannya dengan kepemilikan bangunan gothic ini. Hal ini juga terlihat dari gerbang pintu masuk berwarna merah yang berada di sebelah selatan bangunan yang ada ukiran bertuliskan Ulon Sentalu yang merupakan sebuah akronim “Ulating Blencong Sejatine Tataning Lumaku“, yang dalam Bahasa Indonesia kurang lebih arinya adalah Pelita Hidup bagi Perjalanan Manusia (selanjutnya..)

Banyak spekulasi mengenai bangunan tua ini, ada yang mengatakan bahwa tempat ini angker, ada yang mengatakan didalamnya banyak ruang-ruang, dan lain sebagainya. Namun sebelum berspekulasi lebih lanjut, lebih baik lihat sendiri, rasakan sendiri, dan jangan hanya memandanginya saja tetapi tanyakan juga kepada warga sekitar mengenai tempat ini. Saya sendiri sebenarnya belum sempat bertanya-tanya karena pada saat saya dan teman saya kesana tidak ada orang terdekat yang bisa kami tanyakan. Mungkin lain kali saya akan kesana kembali dan bertanya. Baiklah kalau begitu, Selamat Mencari!😀

HAVE FUN!

2 thoughts on “Trip: Bangunan Tua di Sayidan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s