Trip: Museum Joang 45


Berkunjung ke museum sudah beberapa kali saya lakukan, tapi pada saat saya berumur antara lima tahun hingga dua belas tahun itupun di sekitar Bali dan Yogyakarta. Hmm.. Dulu pada saat berkunjung ke museum, tempatnya tidak begitu ramai pengunjung, ornamen yang cukup terbilang tua, dan ketidakpahaman saya mengenai isi dari museum. Hahah.. Yang saya lihat waktu dulu hanyalah bentuk benda-benda yang dipajang saja dan membaca sekilas penjelasannya. ck..ck..ck.. (-__-“)

Keinginan untuk melihat museum tumbuh kembali pada saat kuliah, pada saat keluarga saya berkunjung ke Yogya, saya diajak melihat Museum Ullen Sentalu, museum ini keren sekali karena menceritakan keluarga keraton Yogyakarta dan Solo. Selanjutnya, saya dan teman saya berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg itupun sebenarnya hendak melihat pameran fotografi namun karena belum dibuka maka kami berkeliling museum tersebut. Disana berisi diorama-diorama yang menerangkan bagaimana peperangan di Yogyakarta sebelum kemerdakaan. Museum ketiga yang saya kunjungi adalah Museum Gunungapi Merapi di daerah Sleman, bersama teman kos saya. Museumnya terbilang baru dan menceritakan mengenai sejarah gunung api Merapi, letusan gunung, tsunami, hingga gempa. Museum keempat adalah museum Affandi, saya berkunjung kesana bersama teman SD saya, belum lama ini. Museum ini menampilkan hasil karya sang maestro, Affandi. Di Yogya sendiri, keberadaan museum tersebar di beberapa tempat dan menampilkan isi yang berbeda-beda. Menarik sekali untuk dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata.

Sudah beberapa minggu ini saya tinggal di Jakarta untuk menyelesaikan tugas-maha-akhir-untuk-mahasiswa. Namun dikarenakan sesuatu dan lain hal saya terjebak begitu lama disini. *selfpukpuk* Nah, daripada saya jungkir balik glundungan di rumah maka saya berniat untuk berkeliling museum di Jakarta.🙂 Setelah di searching kesana kemari di web internet, ternyata banyak sekali museum di Jakarta dan jaraknya yang cukup terpencar-pencar. Untuk pemanasan awal, saya searching beberapa museum yang dekat dengan rumah saya yang berada di daerah percetakan negara. Yup, hasilnya adalah Museum Joang ’45, Museum Naskah Proklamasi, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Nasional Indonesia.

Museum pertama yang ingin saya ceritakan adalah Museum Joang ’45. Terletak di daerah Cikini. Dahulu pada masa Hindia Belanda, museum ini dijadikan hotel yang bernama hotel Schomper. Ketika penjajahan Jepang, hotel ini dikuasai pemuda Indonesia dan dijadikan asrama serta tempat pendidikan nasionalisme para pemuda, pada saat itu hotel Schomper berubah nama menjadi gedung Menteng 31. Pada tahun 1974, presiden Soeharto dan gubernur DKI, Ali Sadikin meresmikan gedung Menteng 31 menjadi Museum Joang 45 (Leaflet Museum Joang 45, 2012).

Pada saat saya masuk kedalam Museum Joang 45 ini, saya senang melihat penempatan barang-barang peninggalan beserta foto-foto yang dipajang. Di museum ini menggunakan self-direction atau tanda panah untuk guidance. Terdapat beberapa ruangan seperti ruang pendahuluan, ruang Soekarno-Hatta, ruang dokter Soeharto (dokter pribadi Soekarno), ruang bioskop, perpustakaan, dan ruang Mobil REP.

Isi dari Museum Joang 45 adalah pergerakan pemuda-pemuda Indonesia dalam pertempuran pra kemerdakaan dan pasca kemerdakaan, perjuangan Soekarno-Hatta dalam memproklamirkan kemerdakaan Indonesia, dan barang-barang peninggalan seperti baju bertempur, tandu Jendral Sudirman, baju yang digunakan oleh PMI Wanita, kapal perang, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui pergerakan pemuda-pemuda dalam pertempuran di fasilitasi dengan foto-foto dan tulisan yang interaktif.

Dilain gedung terdapat ruang mobil REP-1 dan REP-2 yang menjadi mobil dinas Presiden RI pada waktu itu. Tiga mobil REP tersebut dipajang berderet namun pengunjung tidak dapat masuk kedalam untuk melihat lebih dekat dikarenakan tertutup oleh kaca. Terdapat beberapa hal yang menurut saya perlu dikembangkan lebih lanjut, pertama mengenai perpustakaan, pada saat saya berkunjung perpustakaannya tutup, saya tidak tahu mengapa, apa karena pada saat itu ada pesta nikahan orang atau bagaimana. Kedua, di dalam gedung museum, beberapa tempat seperti underconstruction, mohon itu agak dirapikan. Ketiga, mengenai larangan memfoto didalam Museum Joang 45, tulisannya hanya terlihat di poster samping pembelian tiket namun tidak ditulis tepat di pintu masuk. Karena saya baru membacanya setelah selesai berkeliling plus berfoto-foto. Ehehehe…

Where:  Jl. Menteng Raya No. 31 Jakarta Pusat

                   Ph: (021) 3909148

                   W: www.museumjoang45jakarta.or.id

Price: – Individual

                  Adult               : Rp 2.000

                 Student           : Rp 1.000

                 Children          : Rp    600

               –  Groups (Min. 20 ppl)

                   Adults             : Rp 1.500

                   Students          : Rp    750

                  Children          : Rp    500

Time: Tuesday-Friday (09.00-15.00)

                Saturday-Sunday (09.00-17.00)

Mungkin segitu saja berkunjung ke museum yang saya lakukan. Semoga ada kesempatan lagi mengunjungi museum-museum lainnya yang sama menariknya atau lebih menarik dari ini.

HAVE FUN!

2 thoughts on “Trip: Museum Joang 45

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s