Trip: Candi Abang dan Goa Sentono


Perjalanan kali ini masih seputaran candi yang berada di Yogyakarta. Candi yang ingin saya share ke blog ini adalah Candi Abang. Neng ndi, kuwi? Candi Abang berada di kawasan Berbah, bisa melewati daerah Candi Boko atau Piyungan. Saya di ajak oleh mba pipit mencari letak Candi Abang tersebut. Saya kira Candi ini sama seperti Candi Kalasan maupun Candi Sambisari yang berada di dataran rendah, nyatanya ketika kami sampai di tempat tujuan, Candi Abang berada di atas bukit! :O

Menuju Candi Abang
Menuju Candi Abang

Setelah kami memarkirkan motor di rumah warga, kami mulai perjalanan menuju Candi. Saya perhatikan, daerah tempat Candi Abang ini cukup sepi, warga maupun pengunjung. Ketika kami menanjak ke atas, terdapat dua rumah yang tidak ditinggali dan teronggok begitu saja tidak terurus, ya mungkin lokasinya tidak memungkinkan untuk menaikkan mobil ataupun motornya. Jika ada hujan turun cukup lebat, mungkin jalan tanjakan ini menjadi aliran air. Selama menanjak kami disuguhi hutan jati yang kering kerontang dan dua anak kecil yang ingin melihat Candi Abang juga. Mereka memakai baju rumah dengan menenteng satu sepeda dan tanpa alas kaki. Mereka ternyata sering ke Candi Abang, namun mereka tidak tahu kalau itu Candi. (-__-“)

Candi Abang Peak 2

Kids and the View

View Candi Abang 3

View Candi Abang

Sepuluh menit berlalu, akhirnya kami sampai di Candi Abang. Bentuknya hanya gundukan seperti bukit teletubies. Di sekeliling Candi Abang, kami di suguhi pemandangan hamparan sawah dan bukit di Gunung Kidul yang indah sekali. Kalau dari postingan mba pipit..

Pada umumnya candi di Jawa Tengah adalah bangunan candi yang dibangun dengan batu andesit, sedangkan candi di Jawa Timur terbuat dari batu bata merah. candi peninggalan Majapahit di Jawa Timur yang umumnya terbuat dari batu bata merah, agak susah mengurai sejarah tentang mereka, karena candi-candi Majapahit rata-rata sudah tak berbentuk candi lagi, hanya reruntuhan. Kondisi candi berbatu bata merah yang ada di Jawa Timur saat ini rata-rata sudah hasil rekonstruksi dari gambar candi yang ada di buku History of Java milik Raffles. (continue reading monggo ke sini)

Diatas Candi Abang

View Candi Abang 2

Pose

Ketika menikmati pemandangan sekitar dari puncak Candi Abang, tiba-tiba awan hitam memburu dari kejauhan. Kami sepakat untuk turun dan melanjutkan perjalanan. Setelah berpamitan dengan Ibu pemilik rumah, kami keluar dari lokasi Candi Abang. Awal masuk menuju lokasi kami sempat melihat ada beberapa relief yang menempel pada dinding bukit. Pada saat keluar kami menyempatkan untuk melihat situs tersebut. Tidak ada nama ataupun plang yang menerangkan situs ini, hanya ada tulisan untuk menjaga situs ini dengan baik. Usut punya usut nama situs ini adalah Goa Sentono. Untuk megetahui lebih lanjut bisa dibaca di sini. Karena pada dasarnya saya tidak memiliki kredibilitas untuk bercerita lebih banyak mengenai situs-situs sejarah, bukan juga karena saya gak baca, hanya saja saya merasa belum berani untuk menulis opini saya mengenai pengetahuan saya tentang sejarah. Ahaha..

Goa Sentono

Goa Sentono 2

Goa Sentono 3

Anyway, ayo pada ke Candi Abang dan Goa Sentono. Walaupun tidak ada plang nama dari pemerintah, tak ada salahnya menikmati keindahan bentuk dan lokasi yang disajikan tanpa di sengaja ini.😀

HAVE FUN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s