Trip: Water Blow, Nusa Gede Island


Mengajak seseorang yang sudah pernah menginjakkan kaki di Bali dan sudah beberapa kali berkunjung ke tempat wisata membuat saya cukup kebingungan. Selaku warga setempat yang jarang pulang semenjak kuliah, diperlukan ekstra tambahan mencari informasi terkini tempat yang sedang atau belum dikunjungi oleh orang tersebut. Apalagi seseorang tersebut adalah yang sudah lanjut usia, a.k.a nenek saya sendiri. (-__-“)

Mencari tempat wisata atau tempat hiburan yang tidak membuat capek dan tetap bisa menikmati pemandangan yang tidak ditemukan di kota Jakarta. Setelah di cek dibeberapa tempat, hari itu saya memilih berkunjung ke daerah selatan, Nusa Dua. Ada tempat di Nusa Dua yang ingin saya kunjungi sejak lama, yaitu Water Blow di Nusa Gede Island. Erm, jadi ini sebenarnya modus saya untuk datang kesana dengan mengajak nenek saya. Hahaha.. No offense ya, nek. *kabur*

Kawasan Nusa Dua sebagian besar orang beranggapan hanya ada kumpulan hotel-hotel berbintang 5+ sampai tempat shopping serta teater. Namun, di dalam kawasan Nusa Dua, terdapat 2 pulau yang menyambung dalam artian kita bisa kesana dengan berjalan kaki. Salah satu pulaunya bernama Nusa Gede. Disana kita dapat melihat Gardu Pandang Gunung Agung dan Water Blow.

Rute jalan ketika sampai di depan kawasan Nusa Dua adalah setelah masuk dan diperiksa oleh satpam setempat, beloklah ke kanan, ikuti arah menuju ke “The Bay Bali”- Bali Nusa Dua Theatre-Bali Colection-hotel Hyatt Bali. Ketika melihat banyak mobil-mobil terparkir disana, kita sudah memasuki “The Bay Bali”, namun dikarenakan disana ada 2 pulau, untuk tahu yang mana Nusa Gede Island kita cukup melihat dimana lokasi restoran Bebek Bengil. Jalan setapak tersebut yang akan mengantarkan kita menuju Nusa Gede Island.

Ketika saya datang ke Nusa Gede, tepat pukul 11 siang dan cuacanya panasnya ngethang-ngenthang (panes banget, maksudnya). Ketika berjalan menuju lokasi Water Blow bersama nenek saya, saya berpikir dua kali, jalan menuju water blow agak membentuk gundukan, panas pula, nanti nenek saya bisa cepat capek. Akhirnya saya memutuskan untuk mengajak nenek saya duduk-duduk di pantai sebelum gapura Nusa Gede, pantai yang berpasir putih beserta bunyi deburan ombak yang besar namun menenangkan. Setelah meminta nenek saya beristirahat disana, saya jalan sendiri menuju Water Blow.

Bermodal kamera saku dan topi, saya berjalan menuju Nusa Gede Island. Di tengah-tengah gundukan rumput hijau, saya disuguhkan pemandangan dua patung Rama dan Lesmana yang tinggi dan besar. Bagus sekali!

Water Blow Sign

Water Blow Road 2

Water Blow Road

Lokasi Water Blow terletak di belakang patung, sedangkan Gardu Pandang Gunung Agung terletak tak jauh di samping patung tersebut. Tak sampai 5 menit, saya sudah sampai di gerbang yang terbuat dari bebatuan bertuliskan “Water Blow”. Jalan setapak yang terbuat dari kayu serta di kanan dan kiri ditanami tanaman hijau, menghilangkan rasa panas yang begitu menyengat. Di sekililingnya saya melihat ada dua jembatan yang sengaja dibuat untuk membantu kita lebih dekat melihat Water Blow. Apa sih Water Blow itu? Air yang ditiup? Air yang di terbangkan? Huehehe.. Water Blow itu adalah air laut yang dihempaskan keatas diantara karang yang terpecah cukup panjang. Karangnya bukanlah karang yang mulus-mulus tapi karang yang tajam-tajam.🙂

Pada saat saya mengunjungi Water Blow, tepat sekali air lautnya sedang pasang. Jadinya saya dapat melihat tingginya hempasan air lautnya. Keren banget!

Jalan sendiri, terkagum-kagum sendiri, dan memotret sendiri tanpa ada saya di foto tersebut. pfft..! why am i always do like that. :))))

Okay, Monggo di nikmati Water Blownya..

This slideshow requires JavaScript.

Setelah selesai self-trip nya, saya kembali ke pantai untuk mengajak nenek saya berfoto-foto dan menikmati pemandangan. Pada saat matahari tidak begitu terik, saya dan nenek saya memutuskan untuk beranjak ke trip selanjutnya, yang santai-santai dan yang fresh. Tapi sebelumnya kami berkunjung terlebih dahulu ke Puja Mandala, masih di sekitar Nusa Dua, yaitu tempat peribadatan seluruh lima agama. Ternyata banyak wisatawan yang sudah tahu keberadaan Puja Mandala, mungkin sekalian ya sebelum melanjutkan trip ke GWK atau uluwatu. Hihihi..

Puja Mandala, Nusa Dua

Next trip kami adalah berada di Pantai Kuta, menikmati sunset. Terkesan biasa ya, tapi ini menikmatinya tidak di pantai. Haha.. Tunggu postingan selanjutnya. :p

Have a Nice Trip!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s