Semangat Pagi!


Akhirnya…

Akhirnya, setelah hampir setahun tidak menulis, hari ini saya akan memulai kembali. Selama setahun ini sebenarnya banyak yang ingin saya sharing. Hanya saja, mood saya untuk menulis agak berkurang karena fokus saya mencari pekerjaan. Minat nulisnya di bagian nulis CV dan surat pembuka. Fiuuuh.. Saya mencari kerja sampai mana-mana, dari Jogja ke Jakarta ke Bali, sempat juga ke Surabaya cuman untuk apply surat “cinta” di career day.

Dulu saya sempat punya misi untuk mencoba perusahaan swasta dan BUMN, paling terakhir adalah pegawai negeri. Setahun itu lah misi saya terwujud. Sampai sempat ikut tes pegawai negeri. Saya sengaja untuk tetap tinggal di Jogja, katakanlah pantang pulang sebelum dapat kerja, karena memang gak ada alasan lagi untuk pulang selain urusan mencari pekerjaan. Hahaha..

Saya sudah sampai (hampir expert) kalo uda bertemu dengan psikotes ataupun wawancara. Saya tahu beberapa perusahaan yang saya apply kriteria yang dicari seperti apa cuman dari wawancaranya. Entah karena kebiasaan dari basic saya di psikologi untuk lebih peka atau bagaimana. *wusss.. uda gaya aja nih* :p Tapi benar, pernah saya bertemu dengan pewawancara yang cuman nanya sekedarnya aja sampai yang nanya serius mencari pekerja yang kompeten.

Motto “Never Give Up” yang saya dengar hampir tiap hari di bangku kuliah agaknya menyerap di diri saya. Awal-awal masih panas-panasnya mencari kerja, lama-lama ngeliat teman satu-satu dapat kerja mulai goyah dan agak menyerah, lalu naik lagi mood mencari kerja di semester kedua. Rasanya pengen nangis kalo ngeliat “tidak meneruskan ke tahap selanjutnya” sampai uda gak peduli lagi, “masa bodoh yang penting sudah usaha”. Sesama teman yang mencari pekerjaan, kita saling berbagi info rekruitmen. Saling mendukung satu sama lain. Sampai dimana saya diinfokan oleh teman saya mengenai perusahaan yang saya kenal. Saya mencoba apply, niatnya jalanin aja, tidak berharap terlalu banyak seperti ke perusahaan lainnya.

Satu dua tiga tahap berhasil saya lalui, mulai lah bibit-bibit harapan muncul. Masuk ke medical check up sudah harap-harap cemas karena baru pertama kali saya lakukan. Syukurlah masuk kembali ke tahap akhir. Disini saya memantapkan diri untuk serius, se serius seriusnya. Gak ada kata main-main. Gak ada juga kata-kata negatif dan pasti yakin bisa.

Untuk menetralkan rasa was-was dan perasaan yang tidak menentu, saya dimintai oleh orangtua untuk melakukan shalat hajat. Saya lakukan setiap hari dan saya lakukan dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari, tumben melakukan hal seperti ini, dalam artian sebegitu seriusnya mencari kerja, sebegitu pahamnya saya bahwa mencari kerja itu tidak seperti “halo, silahkan masuk”. Mungkin karena waktu kemarin saya anniversary wisuda, dan rasanya kalau gak dapat kerja akan melakukan kegiatan wirausaha. Ahahaha.. Akhirnya, tahap akhir terselesaikan dengan baik dan alhamdulillah masuk. *yeyeye!*

Saat ini saya bekerja di tempat saya tinggal, begitu bersyukurnya saya karena kembali ke kampung halaman dan bisa menemani orangtua. Walaupun sepertinya hanya beberapa tahun, tapi sebisa mungkin saya dapat melakukannya dengan baik.

Baiklah, cerita tadi cuman serba serbi dan alasan kenapa saya tidak meng-update tulisan. So, sekarang gak ada alasan buat tidak menulis. C u soon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s