My Lesson (1)


Selamat Pagi.

Hari ini saya mendapatkan pelajaran tambahan dari kerasnya jalanan di tempat saya tinggal. *sounds like really serious*

Sekitar pukul 07.20 pagi saya masih dua kilometer dari rumah, waktu menunjukkan akan terlambatnya saya berangkat kerja. Di depan, saya melihat lampu warna kuning, saya berniat menerobos. Saya berpikir mobil sejenis ma*da bewarna putih tepat di depan saya ini akan ikut menerobos juga. Kami sama-sama masih meng-gas kendaraan masing-masing. Saya berada dikanannya hanya beberapa centi, tiba-tiba dia sedikit kekanan dan mengerem di jarak yang masih agak jauh dari zebra cross. Tidak jadi menerobos.

dan terjadilah.

serempetan yang berbunyi lumayan keras.

—————————

Tiba-tiba pengendara mobil itu keluar. Perempuan yang cukup tinggi, memakai dress berwarna merah yang cukup ketat. Keluar dengan wajah marah. Memandangi baretan di mobilnya yang tidak sengaja saya serempet. Saya tidak bisa keluar karena pintu saya tepat disamping pembatas yang cukup tinggi. Saya hanya bisa memandangi perempuan itu dan meminta maaf (dengan manangkup kedua tangan) ketika dia melihat saya. Dia masuk kembali dengan wajah yang (masih) marah.

Baretannya berwarna hitam dan panjangnya sekitar 3 centimeter. Mobil didepan saya melaju dengan jalur yang sama dengan saya.

Saya tahu sepertinya dia mengambil foto plat dan mobil saya. Karena biasanya dia depan saya, ketika ada lampu merah berikutnya, dia berada di kiri saya, dan saya berada tepat didepan bagian kanannya.

Sejujurnya, saya masih tidak tahu apakah saya sepenuhnya bersalah dalam hal menyerempet ini. Atau kah kita sama-sama salah. Dalam artian, bilamana pengendara mobil tersebut melihat kaca spion, dan lebih maju sedikit tepat dibelakang zebra cross, mungkin baretan yang timbul tidak akan separah yang tadi atau tidak terjadi kejadian seperti ini.

Kalaupun saya terdakwa bersalah dalam menyerempet, saya minta maaf, maaf yang sebesar-besarnya karena kecerobohan, keugalan, dan konsentrasi yang kurang mengakibatkan kerugian kepada orang lain.

Saya tahu pasti, bagaimana perasaan pengendara mobil yang kena serempet, mobil dengan jarak dekat hampir keserempet saja sudah kesalnya setengah mati.

Tapi satu yang saya minta, bila pengendara mobil tersebut mem-posting di media sosial, meng-upload mobil saya, coba dipikirkan sekali lagi. Serempetan yang saya timbulkan sepanjang 3 centimeter. Apakah worth it mem-posting kejadian tersebut dan kemungkinan besar akan terjadi bully besar-besaran terhadap pihak terdakwa.

Semoga mbak pengendara mobil tersebut tidak melakukan hal yang saya takutkan. Semoga saja.

Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian tadi, mbak ber-dress merah. Saya akan lebih berhati-hati dan lebih waspada.

 

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s