Venue: Secret Garden Village, Bedugul


Ada tempat baru yang dapat dikunjungi untuk daerah sekitar Jalan Raya Bedugul. Namanya Secret Garden Village, alamat lengkapnya di Jl. Raya Denpasar Bedugul Km. 36 Tabanan, Bali. Kalau dari arah Denpasar, tempatnya setelah Joger Oleh-Oleh dan disebelah kanan jalan. Tempat parkirnya luas, ada musholla dan ATM center.

Secret Garden Village mengusung tema an Educational Factory & Outlet Tour. Didalamnya berisi coffee shop bernama “Black Eye”, Beauty Factory bernama “Oemah Herborist”, 2 Restaurant bernama “The Luwus” (Balinese-Asian Resto) dan “Rice View” (BBQ Specialist), dan Wedding Chapel bernama “The Secret Chamber.” Biaya masuknya untuk lokal/domestik sebesar 50k per orang dan karena baru dibuka pada bulan Desember 2016, masih ada promo cashback voucher 25k untuk sekali transaksi di coffee shop, restaurant, dan oemah herborist sampai dengan 31 Juli 2017.

Setelah saya membeli tiket, saya dipandu untuk masuk kedalam dan saya diminta untuk memberikan tiket saya kepada resepsionis untuk ikut eduvacation mengenai cara membuat kopi di Black Eye dan cara membuat produk kecantikan di Oemah Herborist. Sambil menunggu pemandu, saya melihat arsitektur gedung yang menarik. Kalau menurut saya konsepnya lebih ke eco friendly (agak sok tahu sih ini, haha..).

Ticketing
Arsitekturnya

Oke, lanjut. Pemandu datang dan mengajak saya dan beberapa peserta untuk melihat alat dan kopi apa saja yang dikelola oleh Black Eye. Penjelasan pemandunya sederhana, cuman memberitahukan manual grinder apa saja, alat-alat untuk pengecekan suhu biji kopi dan kualitasnya, dan alat untuk roasting. Setelah pemberitahuan tentang alat-alatnya, kami diminta untuk ke ruang film untuk menonton pengelolaan biji kopi di Black Eye. Akhir sesi, kami diminta untuk mencoba aneka kopi yang dikelola disana. Pemandunya menanyakan kepada peserta apakah ada yang biasa minum kopi, dan beberapa ibu-ibu mengiyakan. Namun pada saat dimulai mencicip mereka gak sanggup karena gak pake gula. Wah saya cuman bisa ketawa aja sih, soalnya saya tahu mencicip kopinya itu secara harafiah, mencoba kopi Sumatera, Aceh Gayo, Lampung, Bali, Jawa, Papua, dan lainnya tanpa gula agar mengetahui aroma dan perbedaan rasa ditiap daerah. Akhirnya tersisa saya, Ibu saya, dan 2 peserta lainnya yang mencicip 7 (tujuh) kopi yang disediakan. Saya mencicip sambil mengomentari rasa di tiap cangkir. Tapi jawaban mas barista nya agak lain sih, gak seperti coffee shop yang pernah saya kunjungi di Ubud. Saya komentar di salah satu cangkirnya “Wah lebih asam ya yang ini” terus masnya bilang “tiap lidah orang yang mencicip beda sih mba rasanya.” eng ing eng… Nenek nenek icip kopi juga tahu kali mas tiap orang beda-beda pengecapannya. -__-

Yaa saya tahu mungkin gak semua orang aware atau antusias mengenai kopi as literally, yang rata-rata orang lebih suka kopi sachet (kalo saya bilang kopi cupu) dibanding seduh-seduh kopi beneran. Harapan saya mas baristanya mmberikan pengetahuan dengan challenge, nih misal “ini kopi sumatera (mandailing), after taste nya ada rasa buahnya, coba mba/mas icip, kerasa gak?” Kalau seperti itu kan jadi menarik buat peserta dan ada pengetahuan tambahan tentang kopi yang bisa jadi merupakan pengalaman pertama mereka. Nah, ini komentar pertama saya.

Black Eye Coffee
Cupping Session

Setelah selesai mencicip, kami kembali ke depan resepsionis untuk mengikuti pemandu yang lain menuju Pabrik Oemah Herborist. Sebelum kita menuju pabrik pembuatan alat-alat kecantikan, kita disuguhi buku dan foto-foto mengenai rempah-rempah yang ada di Indonesia dan dari rempah-rempah pilihan tersebut, herborist membuat alat-alat kecantikan seperti sabun, minyak wangi, handbody, bodybutter dan lainnya. Selanjutnya, kami diberikan kunci loker untuk menaruh barang bawaan kami sebelum memasuki pabrik. Handphone serta kamera tidak diperkenankan masuk. Kami diberikan baju laboratorium, penutup kepala, penutup sepatu, dan penutup mulut untuk menjaga higienitas. Saya dan beberapa orang sudah siap untuk masuk, namun kami harus menunggu lainnya karena mereka sibuk dengan foto bersama keluarga. Saya sedikit kesal karena membuang waktu dan hal tersebut bisa dilakukan setelah tour. Pabirknya disini menyuguhkan bagian-bagian umumnya saja seperti pembuatan sabun batang, pengecapan nama produk di sabun, pembuatan minyak wangi dan quality controlnya. Lalu, kami turun kebawah untuk menonton selayang pandang tentang Oemah Herborist dan setelah selesai tour kami membeli beberapa produk disana. Aroma dari handbody dan bodybutter nya enak dan yang bagian lucunya adanya produk sabun batangan yang berbentuk cupcake, pudding, dan eskrim seperti foto dibawah ini.

This slideshow requires JavaScript.

Tour yang disuguhkan disini hanya 2 (dua), selebihnya kita bisa mengeksplor area sekitar Secret Garden tersebut. Ada foto 3Dimensi, Restoran dengan pemandangan sawah. Saya mencoba kopi di Black Eye, rasanya lumayan enak dibandingkan kopi di mall-mall kebanyakan. Mereka menjual biji kopi dari berbagai daerah dan bisa meminta mereka untuk menggilingkannya.

Overall, kegiatan di Secret Garden Village cukup menarik dan menambah edukasi mengenai kopi dan pabrik alat kecantikan. Pelayanannya juga sudah bagus, pemandangan hamparan sawah yang hijau dan dinginnya udara Bedugul menambah kenikmatan tersendiri.

HAVE A NICE DAY!

Secret Garden Village

ph: (0368) 2033363

w: http://www.secretgarden.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s