Trip: Wisata Alam Posong, Temanggung

Hari itu jam menunjukkan pukul 2 pagi. Alarm sudah mendengung disamping tempat tidur. Masih ada waktu satu jam untuk bersiap. Saya menelepon teman untuk membangunkannya dan bersiap untuk mandi serta berganti pakaian yang nyaman dan hangat.

Saya berada di Semarang pada bulan Juli, sedang ada pelatihan selama dua minggu. Awalnya seminggu lebih berada di Jakarta dan beberapa hari berada di Semarang. Pada saat mengetahui bahwa saya akan berkunjung ke Semarang sampai dengan weekend, saya teringat foto si mas yang sedang berdiri dengan latar belakang pemandangan Gunung Sumbing dan disampingnya tertulis “Posong”. Foto yang ia ambil ketika bulan puasa kemarin. Sejak saat itu saya berandai-andai ingin kesana dan melihat langsung apa yang dia lihat karena bagus banget pemandangannya. Saya mulai melihat di Gmaps jarak antara tempat saya menginap di Kota Semarang dengan Wisata Alam Posong. Sekitar 2 setengah jam sampai dengan 3 jam perjalanan.  Hmm.. Jaraknya sama lah ya dari Kota Denpasar ke Negara, pikir saya begitu. Sepertinya juga karena saya habis nonton kulari kepantai, jadi rasanya pengen roadtrip atau jalan jauh. Ahahaha..

Niat sudah dibentuk ketika hari pertama berada di Semarang, saya menelepon penyewaan mobil disana yang supirnya mau mengendarai mobilnya ke luar kota. Satu dua penyewaan mobil menolak, alasannya penuh dan akhirnya ada yang mau menerima tawaran saya tapi dengan tambahan sedikit biaya. Oke tidak masalah, saya mengiyakan. Mobil sudah oke, saatnya nggolek bolo (nyari teman.red). Nothing to lose juga sih sebenarnya kalau saya akhirnya berangkat sendiri, etapi ketika saya menawarkan ke teman saya yang doyan jalan-jalan random, dia mau. Syukur juga ada temannya selama perjalanan. Kalau emak baca ini tulisan gimana prosesnya, mungkin uda dibilang gila kali anak gadis satu ini, kagak pernah main ke Semarang, kagak pernah pergi sejauh itu sendirian, malah dia pula yang punya ide jalan ke tempat itu. Pft.

Mobil sudah menjemput kami pukul 3 dini hari, sesuai jam kesepakatan. Saya menghitung-hitung akan sampai disana maksimal sekitar jam setengah 6, matahari pun sudah terbit dahulu sebelum kami sampai. Kami memulai perjalanan, melewati Alun-Alun Temanggung dan Jl Raya Magelang Semarang yang berisikan truk-truk besar dimalam hari seperti ini. Pak Didik, supir kami, syukurnya tahu medan yang akan dilewatinya selama perjalanan. Tidak lambat, tidak juga cepat. Setelah melewati jalananan besar yang tak kunjung berakhir itu, kami mampir di pom bensin untuk salat subuh terlebih dahulu. Ketika saya melihat Gmaps ternyata tinggal seperempat jam lagi sampai ditujuan, perjalanan kami lebih cepat dari dugaan.

Kami tiba di pintu masuk Wisata Alam Posong pukul 5.15 WIB. Suasana masih gelap. Kami membayar retribusi sebesar Rp 10.000/orang, total kami ber-4 termasuk Pak Didik menjadi Rp 40.000. Menuju ke lokasi yang kami inginkan lumayan jauh kedalam, untuk kontur jalannya bebatuan, kiri dan kanan adalah perkebunan warga. Setengah perjalanan tiba-tiba mobil kami harus berhenti karena didepan kami ada mobil tua yang tidak bisa menanjak. Alhasil kami menunggu beberapa menit sambil keluar dari mobil dan memandang alam sekitar. Pancaran jingga matahari yang akan naik ke atas mulai terlihat. Pemandangannya semakin syahdu, kami selama perjalanan menuju ke lokasi tak henti hentinya bergumam “wah” “wih” “ya ampun bagusnya” dan lainnya. Hahahha.. Biasa lah ya orang kota jarang diajak main ke alam yang sebagus ini.

Suasana sebelum matahari terbit

Sampai dilokasi ternyata sudah banyak mobil yang parkir berjejer, karena sudah penuh, mobil kami naik sampai ke atas di tempat parkir mobil dan bus bersama. Kami turun di pintu masuk Taman Posong. Membayar lagi sebesar Rp 10.000/orang untuk masuk kedalam. Taman posong isinya cuman beberapa spot untuk selfie dan ada tulisan POSONG segede gaban. Haha.. Tapi saya masuk kesana untuk melihat sunrise yang terlihat lebih jelas. Setelah foto pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, kami duduk dan menikmati matahari terbit. Kamera hanya digunakan beberapa kali, selebihnya kami matikan dan kami melihat dengan seksama dan takjub. Sungguh indah sekali pemandangan yang kami lihat pagi itu.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah matahari sudah naik dan semakin jelas pemandangan yang kami lihat tadi selama perjalanan, saya tidak melihat tempat foto yang sesuai foto si mas di Taman Posong. Saya tanya ke penjaga karcis di depan, ternyata ada di bagian bawah diluar Taman. Kami turun kebawah dan sudah ada bu ibu berkelompok yang sudah mengekspansi tempat. Haha.. Bu ibu itu dikoordinir oleh satu orang yang rempong nya minta ampun, sudah bergaya a-z tapi gak nyadar kalau ada yang antri buat foto juga. Setelah sepuluh menit menunggu, giliran saya dan teman-teman untuk berfoto, baru mau foto eh ada bapak-bapak yang fotoin bu ibu tadi jadi photobomb beberapa jepretan di kamera kami. Sampai kami bilang “permisi, Pak”. Hahahha.. Lha gak jelas banget iki. Akhirnya kami sudahi sesi foto dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalan ke Museum Ambarawa dan kembali ke Kota Semarang.

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan kali ini menurut saya sangat menarik karena saya memberanikan diri mengambil keputusan untuk pergi sejauh itu di tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya dan sama sekali tidak ada bayangan seperti apa medan yang akan saya temui. Baru mengabarkan ke emak dan si mas ketika sudah beberapa jam disana. Huehehe.. Saya puas dengan pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung-Gunung lain di belakangnya. Hamparan perkebunan tembakau dan sayur mayur lainnya yang begitu hijau dan enak dipandang. Semoga saya bisa mampir lagi ke Wisata Alam Posong dan didaerah sekitarnya. Aamiin.

Ada video 30s yang saya buat:

Wisata Alam Posong

Jl Raya Parakan Wonosobo Km.9,

Posong, Tlahap, Kledung, Kab. Temanggung

HAVE A NICE DAY!