Pretending

The most important thing is to enjoy your life – to be happy – it’s all that matters

-audrey hepburn-

What keep you alive is because of love. It doesn’t matter you don’t have any partner today, but you still have love from friends near you, your family,  your co-worker or you can just pretending to being in love with someone.

Why am i supposed to do that?

Because when you feel it, you are getting more happier and you get passionate with life. You getting more humble and brings hope about the future. The future that you, the only one, that knows about it.

So keep the spirit of love and you can keep moving forward. Be better and better.

Regards,

C.

Trip: Museum Le Mayeur, Bali

Matahari semakin terik ketika saya memutuskan untuk mendatangi Museum Le Mayeur yang berada tidak jauh dari rumah tinggal saya. Lokasinya berada tepat di areal Pantai Sanur, Bali. Jika ingin mengunjungi Museum ini, jarak yang paling dekat untuk menuju tempat ini adalah melalui belakang hotel Sanur Paradise Plaza atau orang-orang sering mengatakan tempat makan mak beng (tempat makan seafood ala Bali).

Untuk menuju ke Museumnya harus dengan berjalan kaki karena masih di areal pantai, maka mobil dan motor harus diparkirkan sesuai dengan lokasi yang sudah ditentukan. Sayangnya, semakin sore menuju ke pantai tersebut, semakin banyak kendaraan yang parkir. Contohnya saya ketika mau menggunakan jalan tercepat menuju Museum tersebut, parkir penuh. Akhirnya saya harus menuju jalan satunya lagi yang lebih jauh ditempuh.

Saya sudah wanti-wanti ketika menuju ke Museum La Mayeur. Takut tutup karena waktu itu saya bertandang pada hari Minggu. Tahu kan ya, gak semua Museum di Indonesia mengetahui liburnya Museum itu hari Senin dan bukan hari Minggu, saya beberapa kali bertandang ke Museum yang tutup di Hari Minggu. Hehehe.. Tapi untung saja, Museum La Mayeur buka setiap hari kecual hari libur Nasional. Fiuh.. perjalanan panjang saya tidak sia-sia. Tiket masuknya pun murah meriah, untuk warga Indonesia di patok harga 5.000 rupiah untuk dewasa dan 2.000 rupiah untuk anak-anak.

Biaya dan Jam Museum

Ketika saya memasuki pintu masuk Museum La Mayeur, saya melihat Rumah. Rumah model Bali yang dijadikan Museum. Saya suka ukiran temboknya dan monumen untuk mengenang pemilik rumah yang tertata baik.

Pemilik rumah ini adalah Le Mayeur dan Ni Pollok. Le Mayeur merupakan pelukis berkebangsaan Belgia, dan Ni Pollok merupakan warga asli Bali. Le Mayeur memulai kehidupannya di Bali pada tahun 1932 dan bertemu Ni Pollok yang sampai akhir hayatnya menjadi model untuk lukisannya. Le Mayeur menjadi pelukis terkenal di Indonesia maupun di luar negeri. Pada tahun 1956, Menteri Pendidikan memutuskan untuk menjadikan rumahnya Museum dan disetujui dengan senang hati oleh Le Mayeur dan keluarga. Akhirnya pada tahun 1957, Museum Le Mayeur resmi dibuka dan menjadi hak milik Pemerintah Indonesia.

Museum Le Mayeur merupakan museum yang berisi lukisan-lukisan karya Le Mayeur. Lukisannya rata-rata bertema pemandangan dan kehidupan sehari-hari dengan model wanita yang tak lain tak bukan adalah Ni Pollok. Sekilas saya memerthatikan informasi mengenai lukisan La Mayeur adalah pada tahun 1937, Beliau melukis menggunakan kapur warna diatas kertas. Pada tahun 1942, Beliau melukis diatas bagor (tempat beras). Lukisan diatas bagor ini yang menyedot perhatian saya dan menurut saya yang paling bagus, karena belum pernah saya lihat. Warnanya penuh dan semi-abstrak menurut saya. Kebanyakan lukisan Le Mayeur yang dipajang tidak yang asli, alasannya karena lokasi Museum berdekatan dengan Pantai dan angin pantai kurang bagus untuk beberapa jenis barang. Oiya, bagus tidaknya lukisan berdasarkan orang awam seperti saya ini ya, yang pasti ada pendapat lain ketika dinilai oleh para pelukis atau orang yang bergerak di bidang seni. Hehe..

Art Gallery Ni Pollok

Pada tiap ruangan tertulis bahwa tidak boleh mengambil foto mengenai lukisan yang dipajang. Untuk menghormatinya, saya memang tidak mengambil foto untuk lukisannya, saya hanya mengambil foto mengenai penjelasan di tiap ruangannya. Museum Le Mayeur memiliki empat ruangan, tempat pencanangan, dan art gallery. Menurut saya, Museum Le Mayeur cukup sederhana dan gampang untuk dicerna antara informasi dan lukisannya.


Museum terdekat lainnya ada di area Renon yaitu di Lapangan Niti Mandala Renon, namanya adalah Museum Perjuangan Rakyat Bali, lokasinya tepat di dalam Monumen Bajra Sandi. Tutup pada hari Minggu (ingat.. ingat).

Ketika saya mencari di internet mengenai museum di Bali, ternyata banyak sekali. Rata-rata Museum mengenai lukisan. Paling banyak berada di area Ubud dan Kabupaten Gianyar.

Semoga saja saya bisa satu satu mengunjungi Museum yang ada di Bali. Pelan-pelan saja..

Have a Nice Day!

Kepada..

Aku mulai mencoba menulis kembali. Mengenai hal apapun yang dapat kuceritakan. Mengenai perjalanan kecilku ketika aku kembali ke tempat asalku, mengenai hal-hal yang tidak penting dan mungkin membosankan, mengenai teman-teman baru yang aku temui di kehidupan kerjaku, dan apa saja.

Pada awalnya aku memang meninggalkan sejenak mengenai kegiatan menulis panjang. Aku lebih sering menulis di social media. Penting dan yang tidak penting. Mengupload foto mengenai hal yang aku sukai, menuliskannya, dan menyebarkan di social media lainnya. Terkadang menulis sesuatu di aplikasi chatting yang menurutku perlu ditulis tapi tidak mau terlalu diekspos. Walaupun alasannya cukup aneh tapi aku menyukainya, dan sepertinya itu salah satu tempat keluaran kata-kata dipikiran yang lumayan bagus serta konyol.

Aku mengharapkan agar aku dapat menulis panjang kembali seperti dahulu.

Kau tahu mengapa?

Agar kamu bisa membaca tulisanku. Sesederhana itu dan mungkin ini terlalu melankolis. Tapi, aku meyakini satu hal, ketika kamu membaca tulisanku, aku harap kamu menyukainya, dengan senyum kecil saja sudah cukup.

 

*Saat ini aku sedang mendengarkan lagu-lagu dari Adhitia Sofyan. Aah, lagu-lagu nya memang surreal buatku dan aku dapat menuliskan tulisan melankolik ini karenanya.

 

Denpasar, Oktober 2014

Semoga perjalanan tak berhenti sampai disini..

My Lesson (1)

Selamat Pagi.

Hari ini saya mendapatkan pelajaran tambahan dari kerasnya jalanan di tempat saya tinggal. *sounds like really serious*

Sekitar pukul 07.20 pagi saya masih dua kilometer dari rumah, waktu menunjukkan akan terlambatnya saya berangkat kerja. Di depan, saya melihat lampu warna kuning, saya berniat menerobos. Saya berpikir mobil sejenis ma*da bewarna putih tepat di depan saya ini akan ikut menerobos juga. Kami sama-sama masih meng-gas kendaraan masing-masing. Saya berada dikanannya hanya beberapa centi, tiba-tiba dia sedikit kekanan dan mengerem di jarak yang masih agak jauh dari zebra cross. Tidak jadi menerobos.

dan terjadilah.

serempetan yang berbunyi lumayan keras.

—————————

Tiba-tiba pengendara mobil itu keluar. Perempuan yang cukup tinggi, memakai dress berwarna merah yang cukup ketat. Keluar dengan wajah marah. Memandangi baretan di mobilnya yang tidak sengaja saya serempet. Saya tidak bisa keluar karena pintu saya tepat disamping pembatas yang cukup tinggi. Saya hanya bisa memandangi perempuan itu dan meminta maaf (dengan manangkup kedua tangan) ketika dia melihat saya. Dia masuk kembali dengan wajah yang (masih) marah.

Baretannya berwarna hitam dan panjangnya sekitar 3 centimeter. Mobil didepan saya melaju dengan jalur yang sama dengan saya.

Saya tahu sepertinya dia mengambil foto plat dan mobil saya. Karena biasanya dia depan saya, ketika ada lampu merah berikutnya, dia berada di kiri saya, dan saya berada tepat didepan bagian kanannya.

Sejujurnya, saya masih tidak tahu apakah saya sepenuhnya bersalah dalam hal menyerempet ini. Atau kah kita sama-sama salah. Dalam artian, bilamana pengendara mobil tersebut melihat kaca spion, dan lebih maju sedikit tepat dibelakang zebra cross, mungkin baretan yang timbul tidak akan separah yang tadi atau tidak terjadi kejadian seperti ini.

Kalaupun saya terdakwa bersalah dalam menyerempet, saya minta maaf, maaf yang sebesar-besarnya karena kecerobohan, keugalan, dan konsentrasi yang kurang mengakibatkan kerugian kepada orang lain.

Saya tahu pasti, bagaimana perasaan pengendara mobil yang kena serempet, mobil dengan jarak dekat hampir keserempet saja sudah kesalnya setengah mati.

Tapi satu yang saya minta, bila pengendara mobil tersebut mem-posting di media sosial, meng-upload mobil saya, coba dipikirkan sekali lagi. Serempetan yang saya timbulkan sepanjang 3 centimeter. Apakah worth it mem-posting kejadian tersebut dan kemungkinan besar akan terjadi bully besar-besaran terhadap pihak terdakwa.

Semoga mbak pengendara mobil tersebut tidak melakukan hal yang saya takutkan. Semoga saja.

Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian tadi, mbak ber-dress merah. Saya akan lebih berhati-hati dan lebih waspada.

 

Salam.

Saya Sudah Pernah ke Inggris

Yak, dari judulnya saja sudah bisa dipastikan kalau saya benar-benar pernah ke Inggris. Belum percaya dan masih meragukan? Ini saya kasih fotonya biar teman-teman gak penasaran dan berpikiran yang macam-macam. :p

Family Trip
Family Trip

Sudah lihat kan? Itu foto diambil di depan gerbang Buckingham Palace. Keren banget ya! Trus saya yang mana, sudah tahu?! Itu tuh yang digendong Ibu saya, pake jaket setebal-tebal alaihim. -___-“ iya itu saya masih kecil, umur belum setahun.

Kalau dikasih pertanyaan gimana rasanya disana… ermm..

 Saya GAK TAHU.

*terus gak jadi nyombongin diri*

Yah.. Gimana lah saya bisa ngerasain disana itu kayak gimana, makanannya kayak apa, cuacanya asik atau gak. Manggil Ibu dan Ayah saja masih “aa uu eee”. Pada saat sudah cukup besar, cuman bisa ngerasain lewat foto-fotonya aja. Sambil mupeng tingkat dewa. *miris*

Sedari SD sampe sekarang saya sudah punya obsesi buat keliling Negara 4 musim, awalnya pengen ke Amerika terlebih dahulu, banyak yang ingin saya lakukan disana. Ketika saya sudah tahu Internet, mulai cari-cari informasi tentang Amerika dan Negara-Negara di sekitarnya. Tapi pas masa-masa kuliah, dua tiga teman saya dapat kesempatan buat pertukaran mahasiswa ke daerah di Benua Eropa. Mendengarkan cerita-cerita mereka tentang budaya nya, orang-orang nya, kulinernya, jadi pengen menjelajah Benua Eropa. Selain itu beberapa kali melihat acara di National Geographic tentang kuliner di Eropa, makin makin makin tambah pengen lagi. Aaah.. Rasanya pengen punya alatnya Doraemon buat ngambil makanan-makanan yang disuguhin di televisi. 🙂

Pada saat saya melihat timeline di Twitter, ada yang lagi rame membicarakan kegiatan “Inggris Gratis” bersama salah satu snack yang terkenal di Indonesia. Mungkin ini salah satu cara saya untuk menjelajah Inggris untuk kedua kalinya. Saya tahu Inggris hanya dari foto waktu saya kecil, postcard, ensiklopedia, teman-teman yang pernah dan tinggal disana, film-film serta melalui televisi. Ketika saya browsing di internet dan melihat apa saja yang disuguhkan di Inggris, terutama di kota London adalah terdapat 170 museum yang tersebar di sana dan 3 diantaranya masuk menjadi museum terbaik di dunia. Selain itu banyaknya toko buku yang berjajar disepanjang jalan London rasanya akan menyuguhkan pemandangan yang sangat berbeda dari yang biasa saya lihat. Wah, bisa membayangkan apa saja yang akan saya lakukan disana.

Menurut saya, hampir semua tempat di Inggris mempunyai kenangan tersendiri di tiap orang yang berkunjung kesana. Entah itu di daerah pedesaannya, sub urban, atau kota padatnya sekalipun. Pasti ada spot yang menjadi kenangan. Saya ingin menjadi salah satu orang tersebut.

Saya Jatuh Hati, Iya.

Saya berkeinginan ke Inggris, Sangat.

Rasanya ingin kembali ke sana dengan mata, raga, dan pikiran yang jauh lebih siap untuk diajak merasakan seperti apa sih kehebatan Inggris saat ini dan tempat-tempat wisata yang ada disana. Saya baca-baca katanya bakal berangkat pas autumn dan bakal ketempat-tempat yang lagi happening serta berbudaya kental. Hmm..

Coba itu yang katanya snack terkenal di Indonesia, Mister Potato, bisa gak ngajakin saya kesana?

Dream in my Hand
Dream in my Hand

*langsung sungkem*

Have a Nice Day!

Project 7: Nanoblock Daruma

“Mainan adalah alat penghibur yang tidak lekang oleh waktu dan umur”

Itu ungkapan yang pas buat saya karena saya masih suka mainan kecuali boneka barbie. Please, yang itu saya gak ada minat sama sekali walaupun waktu kecil pernah dibeliin, tidak terlalu saya sentuh. Hahah..

Oke, balik lagi. Pada saat semester akhir saya mulai menyukai mainan rakitan Gundam. Awalnya Gundam yang murah meriah dulu, yang dibawah 100rebu. Terus lanjut lagi beli yang agak mahal dikit dari yang sebelumnya. Selain itu juga saya agak condong ke satu merk, misalnya Gundam yang dibuat sama Bandai, menurut saya kualitas plastik yang digunakan bagus dan baik. *sotoy kamu, che*

Nah, belum lama ini saya nyangkut di mainan Nanoblock. Gegara saya ngefollow akun yang suka nayangin foto yang keren-keren dan dengan kekuatan kepo saya, akhirnya saya menemukan akun jualan online yang ngejual Nanoblock. Makanan apa itu Nanoblock?!

Nanoblock adalah serangkaian mainan konstruksi yang ukurannya 5mm x 8mm x 6mm dan yang paling panjang 16mm. Perusahaan yang membuat Nanoblock adalah Kawada Co. Ltd. Yang berasal dari Jepang. Saat ini sudah 31 negara yang ikut mendistribusikan mainan Nanoblock. Kalau teman-teman pernah melihat Lego, nah Nanoblock ini bentuknya berkali lipat lebih kecil. Sama-sama enak buat rangkai. Nanoblock saat ini sudah memiliki lebih dari 20 jenis dan di bagi menjadi 3 seri. Seri hobi, seri pemandangan, dan seri koleksi mini.

Saya sendiri untuk pertama kali membeli Nanoblock seri mini yaitu Daruma Doll. Online shop yang menjual Nanoblock dan Fuji Instax. Ragam Nanoblock yang disediakan disana cukup beragam dan yang pasti trusted seller. Huehehe..

Pas ngebuka paketan yang dikirim, saya mikir ini sekecil apa sih. Ternyata emang kecil banget. -__-“ Saya buka satu-satu isinya, di bagi perbagian dan ada instruksi pengerjaannya. Saya ikuti satu demi satu instruksi nya, lumayan jelas juga dan gak ribet buatnya. Akhirnya beberapa satu setengah jam sudah jadi Daruma Doll saya. Yeay!

Saya memilih Daruma Doll itu kenapa ya, erm.. sebenarnya karena kalau gak salah ingat memiliki makna yang cukup dalam. *ceileeeh* Daruma memiliki makna pantang menyerah pada tujuan kita. Kita harus fokus, berkomitmen, memiliki kebulatan tekad, dan Never Give Up!

Pada foto Nanoblock saya, mata dari Daruma Doll sendiri hitamnya cuman satu, itu karena saya memiliki tujuan untuk kedepannya. Apabila tujuan tersebut tercapai, mata yang lagi satu akan saya ubah menjadi hitam. 🙂

Saya bukan tipe orang yang percaya banget sama hal-hal yang diluar hal-hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat, tapi kalau hanya sekedar sebagai pengingat mah gak masalah lah ya. Hehehe..

Nanoblock sendiri di bandrol dari harga paling murah (di Indonesia) adalah seratus tiga puluh ribuan dan yang paling mahal sampai sejuta keatas, tergantung dari tingkat kerumitan dan banyaknya block yang dipakai. Tempat mana saja yang bisa kita beli kalau gak mau beli di online shop adalah salah duanya di Books & Beyond dan Kinokuniya, masih ada di Jakarta saja stocknya. Kalau mau beli di luar negeri di check permasing negara apakah ada Nanoblock atau tidak. Yang pasti kalo ada toko buku Kinokuniya, mereka jual Nanoblock.

Oke deh, segitu aja sharing-sharing tentang mainan. Kalau ada mainan yang aneh-aneh dan berbentuk rakit merakit, boleh lho ya di info-info. Siapa tau minat. Hihi..

Ps: saya lagi nunggu kiriman nanoblock pikachu nih.. :p

 

Have a Nice Day!

Semangat Pagi!

Akhirnya…

Akhirnya, setelah hampir setahun tidak menulis, hari ini saya akan memulai kembali. Selama setahun ini sebenarnya banyak yang ingin saya sharing. Hanya saja, mood saya untuk menulis agak berkurang karena fokus saya mencari pekerjaan. Minat nulisnya di bagian nulis CV dan surat pembuka. Fiuuuh.. Saya mencari kerja sampai mana-mana, dari Jogja ke Jakarta ke Bali, sempat juga ke Surabaya cuman untuk apply surat “cinta” di career day.

Dulu saya sempat punya misi untuk mencoba perusahaan swasta dan BUMN, paling terakhir adalah pegawai negeri. Setahun itu lah misi saya terwujud. Sampai sempat ikut tes pegawai negeri. Saya sengaja untuk tetap tinggal di Jogja, katakanlah pantang pulang sebelum dapat kerja, karena memang gak ada alasan lagi untuk pulang selain urusan mencari pekerjaan. Hahaha..

Saya sudah sampai (hampir expert) kalo uda bertemu dengan psikotes ataupun wawancara. Saya tahu beberapa perusahaan yang saya apply kriteria yang dicari seperti apa cuman dari wawancaranya. Entah karena kebiasaan dari basic saya di psikologi untuk lebih peka atau bagaimana. *wusss.. uda gaya aja nih* :p Tapi benar, pernah saya bertemu dengan pewawancara yang cuman nanya sekedarnya aja sampai yang nanya serius mencari pekerja yang kompeten.

Motto “Never Give Up” yang saya dengar hampir tiap hari di bangku kuliah agaknya menyerap di diri saya. Awal-awal masih panas-panasnya mencari kerja, lama-lama ngeliat teman satu-satu dapat kerja mulai goyah dan agak menyerah, lalu naik lagi mood mencari kerja di semester kedua. Rasanya pengen nangis kalo ngeliat “tidak meneruskan ke tahap selanjutnya” sampai uda gak peduli lagi, “masa bodoh yang penting sudah usaha”. Sesama teman yang mencari pekerjaan, kita saling berbagi info rekruitmen. Saling mendukung satu sama lain. Sampai dimana saya diinfokan oleh teman saya mengenai perusahaan yang saya kenal. Saya mencoba apply, niatnya jalanin aja, tidak berharap terlalu banyak seperti ke perusahaan lainnya.

Satu dua tiga tahap berhasil saya lalui, mulai lah bibit-bibit harapan muncul. Masuk ke medical check up sudah harap-harap cemas karena baru pertama kali saya lakukan. Syukurlah masuk kembali ke tahap akhir. Disini saya memantapkan diri untuk serius, se serius seriusnya. Gak ada kata main-main. Gak ada juga kata-kata negatif dan pasti yakin bisa.

Untuk menetralkan rasa was-was dan perasaan yang tidak menentu, saya dimintai oleh orangtua untuk melakukan shalat hajat. Saya lakukan setiap hari dan saya lakukan dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari, tumben melakukan hal seperti ini, dalam artian sebegitu seriusnya mencari kerja, sebegitu pahamnya saya bahwa mencari kerja itu tidak seperti “halo, silahkan masuk”. Mungkin karena waktu kemarin saya anniversary wisuda, dan rasanya kalau gak dapat kerja akan melakukan kegiatan wirausaha. Ahahaha.. Akhirnya, tahap akhir terselesaikan dengan baik dan alhamdulillah masuk. *yeyeye!*

Saat ini saya bekerja di tempat saya tinggal, begitu bersyukurnya saya karena kembali ke kampung halaman dan bisa menemani orangtua. Walaupun sepertinya hanya beberapa tahun, tapi sebisa mungkin saya dapat melakukannya dengan baik.

Baiklah, cerita tadi cuman serba serbi dan alasan kenapa saya tidak meng-update tulisan. So, sekarang gak ada alasan buat tidak menulis. C u soon!